MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Utara di Kompleks Bumi Beringin (Bumber), Manado, Selasa (1/4/2025). Gubernur Yulius Selvanus, SE, bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, menggelar Halal Bihalal dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, merajut kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat Sulut.
Digelar pada hari kedua Lebaran, acara ini terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, pejabat daerah, hingga tokoh lintas agama. Dalam sambutannya, Gubernur Yulius mengungkapkan rasa syukurnya bisa merayakan Idul Fitri pertamanya sebagai gubernur di rumah dinas. Ia menegaskan komitmennya sebagai pemimpin yang inklusif dan siap merangkul semua golongan.
“Idul Fitri adalah lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah momentum untuk mempererat silaturahmi, meneguhkan persatuan, dan terus menjaga nilai toleransi yang telah menjadi identitas Sulawesi Utara. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkokoh kebersamaan dalam keberagaman,” ujar Gubernur Yulius dengan penuh semangat.
Kehangatan terasa di setiap sudut acara yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie, pejabat dari 15 kabupaten/kota, hingga warga dari berbagai latar belakang. Percakapan akrab, senyuman yang tersungging, serta jabat tangan yang erat menjadi bukti kuatnya nilai persaudaraan di Bumi Nyiur Melambai.
Tak sekadar seremoni, Halal Bihalal ini juga menjadi cerminan nyata bahwa Sulawesi Utara menjunjung tinggi prinsip inklusivitas dan persaudaraan tanpa sekat suku, ras, maupun agama.
“Semoga tradisi ini terus menjadi simbol kebersamaan dan kebahagiaan bagi semua, khususnya saudara-saudara Muslim yang merayakan Idul Fitri. Sulut adalah rumah bagi kita semua, dan harmoni ini harus kita jaga serta wariskan,” tambah Gubernur Yulius.
Acara yang penuh dengan nuansa persatuan ini ditutup dengan doa bersama, mengalun harapan agar nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan semakin mengakar kuat di Sulawesi Utara. Sebuah perayaan yang tidak hanya bermakna bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi perekat bagi seluruh masyarakat di daerah yang kaya akan keberagaman ini. (Ivan)






