MINSEL – LACAKPOS.CO.ID – Memberi edukasi serta pemahaman terhadap anak berkebutuhan khusus tidak lah mudah selain tabah dan sabar juga di butuhkan skill yang mumpuni dan keahlian spesifik.
Hal ini sangat wajar dan lumrah mengingat anak berkebutuhan khusus sangat berbeda dengan anak sekolah lainnya yang beradaptif.
Sejak berdiri pada tahun 2007 SLB N Amurang yang berkedudukan di Desa Kapitu Minahasa Selatan Sulawesi Utara tetap eksis dalam pembelajaran.
Demikian di ungkapkan Kepala satuan pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Amurang Kartini Lumi. “SLB N Amurang mulai ada sejak tahun 2007 hingga sekarang masih tetap berjalan,” ungkap Kartini melalui WhatsAp nya Sabtu,(1/3/2025).
Sambungnya SLB N Amurang untuk jumlah siswanya sesuai dapodik sebanyak 60 dengan guru berjumlah 17 orang masing-masing 15 guru ASN, 1 guru agama dan Kepala Sekolah.
Lanjut Kepala Sekolah Kartini menandaskan SLB N Amurang pernah mendapat bantuan dari Pemprov Sulut wujud kepedulian dan perhatian pada pendidikan berupa alat peraga belajar maupun komputer.
“Pernah mendapatkan bantuan dari Pemprov Sulut untuk membantu kegiatan belajar para siswa,” tandasnya.
Kepala Sekolah Kartini Lumi yang baru saja selesai mengikuti In Service Training (IST) gelombang II di BPMP Pineleng peserta Kepala Sekolah dalam rakor kompetensi jenjang SMA, SMK, SLB, menambahkan kendala yang ada di SLB N Amurang tidak mempunyai asrama.
Alasannya, kata Kartini rata-rata para siswa tempat tinggalnya jauh dari lokasi sekolah mereka juga harus mengeluarkan uang transport.
“Iya kendala yang di hadapi belum ada mempunyai tempat asrama untuk siswa,” ujarnya.
Berharap ke depan ada perhatian serta kepedulian Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, dan Wakil Gubernur DR Viktor Mailangkay SH.MH.(kix)





