HALMAHERA UTARA – LACAKPOS.CO.ID – Wisatawan dari Negri Zakura berjumlah 18 orang mengunjungi bangkai Kapal Tosimaru yang karam di laut Halmahera Utara, pada Sabtu (21/09/24).
Diketahui bangkai kapal tersebut sisa peninggalan perang Dunia ke-Dua milik kolonial Jepang.
Informasi yang di hinpun kedatangan mereka dalam rangka untuk ritual ibadah dan tabur bunga mengenang orang tua yang gugur di Kapal Tosimaru pada Perang dunia II.
Oishi Yoshiko selaku ketua rombongan mengatakan mengunakan Bahasa Jepang yang diartikan oleh juru bicara Hajar mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih atas penyambutan dari pemerintah serta masyarakat Kecamatan Malifut. dengan sambutan tarian adat tadi, kami sangat gembira dan sangat senang sekali,” ucap Oshi lewat jubirnya.
“Kedatangan kami ditempat ini dalam rangka mengenang 80 tahun yang lalu orang tua kami pada jaman penjajahan / Perang dunia II. Kami adalah keluarga ,anak-anak dan cucu veteran, ” ungkap Oishi Yoshiko lewat jubirnya.
Dia juga menyebut Setelah ini kami akan melakukan prosesi ritual ibadah dan tabur bunga untuk mengirim doa untuk para veteran yang gugur di wilayah Halmahera dan juga Papua.
Di ketahui Hadir dalam Acara kunjungan ini
Hadir dalam kunjungan ini : Hajar (Jubir Asal Jakarta), Bapak Syafruddin Koroy (Analis Pengembangan Dinas Pariwisata Prov.Maluku Utara), Para wisatawan asal Jepang berjumlah 18 orang, Azis (Kepemanduan Dinas Pariwisata Prov. Maluku Utara, Pemerintah Kecamatan Malifut, Babinsa Koramil 1508-04/Malifut, Anggota Polsek Malifut, Pemerintah Desa Ngofagita serta masyarakat yang hadir
Kedatangan wisatawan dalam rangka mengenang sekaligus ritual ibadah dan tabur bunga di pantai Desa Ngofagita yang merupakan lokasi bangkai kapal perang Tosimaru yang jaraknya ± 100 meter dari pantai.
(**Fransisko)






