MINSEL, LacakPos.co.id – Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., menghadiri rumah duka almarhum Pdt. Dr. (HC) Hein Lumingkewas di Desa Pakuure Satu, Kecamatan Tenga, Selasa (14/7/2026). Kehadiran Wakil Bupati merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa atas berpulangnya Gembala GPdI Pakuure Satu tersebut.
Dalam kesempatan itu, Theodorus Kawatu menyampaikan duka cita yang mendalam atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan keluarga besar Kawatu–Kaunang.
“Kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Pdt. Dr. (HC) Hein Lumingkewas ke rumah Bapa di Surga. Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan damai sejahtera kepada keluarga yang ditinggalkan serta seluruh jemaat GPdI Pakuure Satu,” ujar Kawatu.
Ia mengenang almarhum sebagai sosok hamba Tuhan yang mengabdikan hidupnya selama puluhan tahun dalam pelayanan. Dengan penuh kasih, kesetiaan, dan ketekunan, almarhum membimbing jemaat hingga bertumbuh dalam iman serta menjadi berkat bagi masyarakat.
Menurut Wakil Bupati, pelayanan Pdt. Dr. (HC) Hein Lumingkewas tidak hanya dirasakan oleh jemaat GPdI Pakuure Satu, tetapi juga memberikan dampak yang luas bagi Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Indonesia, bahkan hingga pelayanan di berbagai belahan dunia.
“Dedikasi, keteladanan, dan semangat penginjilan yang beliau wariskan merupakan harta rohani yang sangat berharga bagi Kerajaan Allah. Beliau telah menyelesaikan pertandingan iman dengan baik dan kini beristirahat dalam damai bersama Bapa di Surga,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kawatu menyebut kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar GPdI. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin rohani yang menginspirasi banyak orang melalui pelayanan, keteladanan hidup, serta semangat penginjilan yang terus dikenang.
“Warisan iman dan pelayanan beliau akan tetap hidup, menjadi inspirasi bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Selamat jalan, Pdt. Dr. (HC) Hein Lumingkewas. Soli Deo Gloria,” pungkasnya.
(Eka Putra)






