Penuhi Tatip, SMA Negeri 1 Manado Tegakan Disiplin Kepada Anak Didik

MANADO – LACAKPOS.CO.ID – SMA Negeri 1 Manado dari dahulu sudah menerapkan aturan dan namanya disiplin dengan berpijak pada tata tertib(tatib)yang telah di sepakati antara orang tua murid, siswa dan siswi dengan pihak satuan kerja sekolah.

Setiap memasuki tahun ajaran baru para siswa-siswi harus ikut masa pengenalan lingkungan sekolah(mpls)selama sepekan. Beranjak dari situlah kedisiplinan timbul dan di ikat melalui tata tertib(tatib)sekolah untuk bersama-sama saling mematuhi segala aturan-aturan yang ada di sekolah.

Disiplin dan tatib yang sudah di sepakati bersama harus di jalankan serta di tegakan tanpa melihat latar belakang maupun kedudukan yang ada.

Jadi disiplin yang dipertegas satuan kerja pendidikan SMA Negeri 1 Manado terhadap para siswa-siswi agar selalu bersikap disiplin serta mematuhi tatib di sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Manado Drs Jemy James Jermias menyatakan dirinya melaksanakan tugas sesuai aturan disiplin dan arahan Gubernur Oly Dondokambey, agar, ” kasih bagus itu sekolah,baik itu kebersihan lingkungan sekolah maupun kedisiplinan yang ada, ” ungkap Jermias sembari mengulangi arahan Gubernur.

“Iya, ini pesan dan arahan pak Gub tolong beking bagus itu SMA Negeri 1 Manado, ” kata Kepsek Jemi Jermias di ruangan kerjanya Selasa(25/7).

Nah amanah ini tentunya harus di jalankan dan di tindak lanjuti karena petunjuk serta sekaligus arahan dari Gubernur Sulut.

Terkait adanya salah satu siswa pria kelas XI yang sudah keluar dari sekolah, itu karena tidak disiplin jadi pihak sekolah memproses melalui prosedur dan mekanisme sekolah.

Perlu di ketahui siswa tersebut keluar dari sekolah, karena telah melanggar disiplin dan tatib yang ada di sekolah.Siswa ini sering tidak masuk sekolah alias banyak bolos bahkan telah di peringati berkali-kali agar jangan berbuat pelanggaran lagi.

“Bahkan siswa tersebut pernah membuat surat pernyataan bahwa dia tidak mengulangi perbuatan yang ia buat. Kami juga sebagai pihak sekolah telah memanggil orang tuanya, untuk datang ke sekolah supaya bicarakan hal tersebut, “terangnya.

Tetapi pada akhirnya orang tua siswa tersebut membuat pernyataan untuk pindah ke sekolah lain sebelum kenaikan kelas, ” terang Kepsek Jemi.(kix)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *