SAMPANG – LACAKPOS.CO.ID – Salah satu tolak ukur untuk mewujudkan pemilu yang demokratis berintegritas diantaranya membentuk penyelenggara pemilu yang jujur, transparan, akuntabel, cermat dan akurat dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya serta memiliki dedikasi serta Integritas.
Pantauan wartawan di lokasi sebanyak 558 Anggota PPS pada 186 Desa/Kelurahan ditetapkan KPU Sampang nomor pengumuman : 47/PP.04.1-Pu/3527/2023 tentang Penetapan Hasil Seleksi Calon Anggota PPS untuk Pemilu 2024.
Viral dalam beberapa hari ini pasca KPU Sampang mengumumkan Panitia Pemungutan Suara (PPS), banyak diantara mereka yang tidak lulus seleksi mengungkapkan banyak kejanggalan dan keganjilan bahkan beberapa pegiat pers maupun pegiat pemilu bertanya-tanya, ada apa kok semasiv ini menyoroti kinerja KPU Sampang ?
Hampir rata pada beberapa kecamatan banyak sosok yang siap membawa keganjilan ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari sisi etiknya maupun ke ranah pidana jika nantinya ditemukan bukti petunjuk yang mengarah ada semacam by design ataupun permainan suap untuk meloloskan figure tertentu.
Carut marut seleksi Badan Adhoc Pemilu 2024 ini hasil pantawan wartawan LacakPos berawal sejak seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan bahkan berlanjut saat seleksi PPS semakin massiv keganjilan dan kejanggalannya.
Salah satu dari sekian kompetitor Raf sebagai kompetitor saat ikut seleksi PPK beberapa bulan lalu banyak membeberkan fakta baik hasil test tulis Computer Assisted Test (CAT) maupun dinamika saat menjalani Fit&Proper Test.
“Komisioner KPU Sampang sekarang tidak ada keinginan untuk merubah performa penyelenggara pemilu 2024 ke depan, padahal resistensi serta problematika nya ke depan tidak ringan, namun yang lolos jelas nampak terlihat affiliasi patronnya kemana dan saya akan mendorong dan saling bergandengan tangan bersama yang lain untuk saling mengumpulkan bukti dan kita sama-sama bawa ke DKPP, ” tegas Raf nama disamarkan.
Lain halnya AS dari pantura ini satu-satunya sosok dan mewakili rekan-rekannya, dengan mendatangi Biro LacakPos di Jalan Keramat I Sampang untuk membeberkan dugaan kecurangan KPU Sampang dalam melakukan seleksi PPS maupun PPK Pemilu 2024.
“Diantara mereka yang dilantik (PPK) maupun yang akan dilantik (PPS maksudnya) saya siap memberikan kesaksian bagaimana factor kedekatan menjadi penopang utama, selain dugaan manipulasi nilai untuk meloloskan sosok tertentu,” beber RS.
“Bagaimana mewujudkan Pemilu 2024 ini berintegritas, jika penyelenggara pemilunya dihasilkan dari nabrak norma dan aturan pemilu, dan saya sepakat dengan tageline : “INTEGRITAS BAGI PENYELENGGARA PEMILU ADALAH HARGA MATI,” dan tidak mengedepankan sisi transparansi dan akuntabilitas public,” tegasnya, sang tokoh salah satu desa di Pantura ini, kepada wartawan LacakPos Senin, (23/01/2023)
Untuk membuktikan keluhan, banyak Pegiat Pers yang merasa kesulitan kami coba menghubungi penanggung jawab seleksi Badan Adhoc, baik Ketua KPU Sampang, Adi Imansyah maupun Taufiq Risqon selaku Divisi Parmas, tetapi tidak menjawab.
ini pula menimpa Biro LacakPos di Sampang,sudah beberapa kali dihubungi baik via nomor telepon langsung maupun via WA semuanya no responts, dan saat berita ini di rilis belum berhasil di hubungi atau pihak KPU belum meresponnya.
(Abd)






