1,5 Tahun Sandang Tersangka, 2 SPDP Satreskrim Polres Sampang Mandek, Apa Kata Pelapor ?

Kantor Polres Sampang (ist)

SAMPANG- LACAKPOS.CO.ID – Kasus posisinya berawal dari Laporan Sdr (i) RN Nomor : LP-B/53/III/Res.1.9/2021/RESKRIM/SPKT Polres Sampang, tanggal 22 maret 2021 dengan terlapor sdr. UF dugaan tindak pidana pemalsuan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP.
Tanggal 24 Maret 2021 Satreskrim terbitkan SPDP yang pertama Nomor : SPDP/20/Res.1.9/2021/Satreskrim dengan menetapkan tersangka inisial UF.

RN selaku Pelapor menuturkan pada beberapa awak media, bahwa dirinya berani melaporkan UF ke Satreskrim Polres Sampang ketika beberapa alat bukti yang dimiliki dirasa cukup untuk menjerat UF.

Bacaan Lainnya

“Herannya, entah dengan cara apa terlapor dapat memproses peralihan hak kepemilikan atas Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 2165 an. Saya sendiri seluas 665 m2 di Jalan Manggis Kelurahan Gunung Sekar Sampang”, ungkap RN penuh heran.

Masih kata RN, Akta Jual Beli (AJB) nomor 983/2016 yang dijadikan dasar untuk peralihan hak, itu palsu, karena saya tidak pernah menanda tangani proses peralihan hak apapun dan sesuai BA Pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik : LAB/6787/DTF/2021 tanggal 27 agustus 2021 disimpulkan bahwa tanda tangan bukti (QT) atas namanya yang terdapat pada bukti nomor : 098/2021/DTF berupa AJB yang dibuat sdr. Ibni Ubaidillah, SH. M.Kn yang dibuat pada tanggal 19 mei 2016 adalah “NON IDENTIK” atau “MERUPAKAN TANDA TANGAN BERBEDA DENGAN TANDA TANGAN PEMBANDING (KT)”.
“Saya akan membuktikan bahwa azas “equality before off the law” dan fiat Justitia ruat caelum” yang berlaku universal betul-betul nyata ada terbukti serta proses hukum itu butuh kepastian dan kemanfaatan,” tutur RN penuh semangat, senin (28/11/2022).

1,5 tahun lebih UF menyandang status tersangka namun tidak ditahan serta berkasnya berjalan alot dan bolak-balik antara Penyidik Satreskrim Polres Sampang dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan kata lain praktis mandek tanpa progress.

Terpisah Kejaksaan Negeri Sampang melalui Kasi Intel Kejari Sampang A. Wahyudi,SH.,MH saat ditemui beberapa awak media pers menyampaikan kronologis bolak baliknya berkas tersangka an. UF bahwa :

1. Tanggal 6 Juli 2021 P-17 (Pemintaan Perkembangan Hasil Penyelidikan);
2. Tanggal 13 Januari 2022 Satreskrim kembali mengirim Surat Perkembangan Hasil Penyidikan (SPHP) Nomor : B/110.B/I/Rers.1.9/2022/Satreskrim;
Tanggal 28 Januari 2022 P-18 (Hasil Penyelidikan Belum Lengkap);
3. Tanggal 3 Pebruari 2022 P-19 Nomor : B-193/M.5.37/Epp.1.01/2022
Perihal : Pengembalian Berkas Perkara an. Tersangka UF dengan petunjuk untuk memeriksa Sdr. Ibni Ubaidillah,SH.,MKn selaku Pembuat AJB yang diduga palsukan tanda tangan Pelapor, RN;
4. Tanggal 24 Maret 2022 Satreskrim terbitkan SPDP yang kedua Nomor : SPDP/20/III/Res.1.9/2021/Satreskrim;
5. Tanggal 30 Maret 2022 di Kejari Sampang dilakukan Ekspose Perkara yang dihadiri Penyidik Satreskrim Polres Sampang, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sdr. Harto dan Budi Darmawan (saat itu menjabat Kasi Pidum Kejari Sampang dan sekarang mutasi ke Kasubagbin Kejari Banyuwangi);
6. Tanggal 14 Juni 2022 Satreskrim kembali mengirim berkas pada dasarnya tidak dapat memenuhi P-19;
7. Tanggal 16 Juni 2022 JPU kembalikan berkas perkara ke Satreskrim Polres Sampang dengan alasan petunjuk Penuntut Umum belum terpenuhi (P-19) dan hasil ekspose di Kejari Sampang.

Searah dengan azas “Dominis Litus” dan Pasal 110 KUHAP ayat (3) : “ Dalam hal penuntut umum mengembalikan hasil penyidikan untuk dilengkapi, penyidik wajib segera melakukan penyidikan tambahan sesuai dengan petunjuk dari penuntut umum” maka saat ini korban sekaligus Pelapor menunggu keseriusan Penyidik Satreskrim Polres Sampang untuk memenuhi P-19 JPU.

Sampai saat berita ini ditayangkan belum ada klarifikasi apapun dari Satreskrim Polres Sampang, Ipda Dodi selaku Kasi Humas, sarana komunikasinya masih status “memblokir biro LacakPos.”

(Abdul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *