Team Resmob Polres Sampang Bubarkan Paksa Lomba Kelinci Di Desa Jeruk Porot Kecamatan Torjun

SAMPANG-LACAKPOS.CO.ID- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Secara resmi diumumkan Pemerintah sejak tanggal 3 juli-20 juli 2021 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor : 15 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali bahkan gerak cepat Jajaran Forkopimda kabupaten sampang beserta Team Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaksanakan Rapat Koordinasi dan hasilnya menerbitkan Keputusan Bupati Sampang Nomor : 188.45/275/KEP/434.013/2021.

Kebijakan cepat pemerintah diambil dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang akhir-akhir ini terjadi secara masiv pada beberapa daerah dengan korban saudara kita yang tidak sedikit.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu sesuai dengan adagium Kapolri yang lalu keselamatan rakyat menjadi hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto), seharusnya menjadi pedoman utama atau bahkan menjadi prinsip dasar bagi semua komponen bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Namun fenomenanya berbanding terbalik dengan apa yang terjadi hari ini, minggu (4/7/2021) di Desa Jeruk Porot Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, sebutlah inisial (N) oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang menjadi penanggung jawab lomba kelinci.

Team Resmob yang terdiri dari jajaran polsek terdekat, unit intel dan opsnal reskrim setelah mendapat informasi dari masyarakat langsung bergerak cepat untuk membubarkan lomba kelinci yang dilaksanakan saat PPKM Darurat resmi ditegakkan.

Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto, SH dikonfirmasi via whatsapp: “menyayangkan atas terlaksananya lomba kelinci di saat seluruh elemen bangsa termasuk aparat Polres Sampang beserta Polsek Jajaran hingga unsur Bhabinkamtibmas konsentrasi terhadap penanganan penyebaran covid-19.”

“Team Resmob Polres Sampang dibawah kendali KBO Reskrim, Ipda Agung beserta Unit Sabhara langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pembubaran paksa dan mungkin sekarang masih di lokasi mas, “Tambahnya.

Untuk proses selanjutnya awak media LACAKPOS mencoba menghubungi Kasubag Humas Polres Sampang, Aiptu Yoyok via telepon tidak diangkat walau nada dering aktif.(Abdul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *