TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Program Babaliak ka Surau menjadi salah satu upaya yang digagas Polres Tanah Datar untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba dan berbagai perilaku menyimpang.
Melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai keagamaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau, program ini diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga ketertiban sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Tanah Datar AKBP. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H, S.I.K, M.I.K dalam kegiatan bincang-bincang bersama mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang mengusung tema “Babaliak Ka Surau, Benteng Generasi Muda dari Ancaman Narkoba dan Perilaku Menyimpang” di Radio Luhak Nan Tuo Batusangkar Rabu, (17/6/2026).
Kapolres Tanah Datar menjelaskan, gagasan Babaliak Ka Surau lahir dari pengalamannya selama bertugas di Mabes Polri sebelum dipercaya memimpin Polres Tanah Datar pada 8 April 2025. Selama bertugas di Mabes, ia banyak mempelajari strategi kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban sosial.
“Secara filosofis, Polri adalah penjaga peradaban. Peradaban itu lahir dan dimiliki oleh masyarakat. Karena itu, agar peradaban tetap hidup dan berkembang, harus ada yang menjaganya, dan Polri harus hadir secara aktif dalam tugas tersebut,” ujarnya.
Setelah bertugas di Tanah Datar, ia melihat adanya warisan budaya yang sangat kuat, yakni filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai-nilai tersebut kemudian dipadukan dengan konsep kepolisian dalam menjaga peradaban melalui program Babaliak Ka Surau.
Menurutnya, surau sejak dahulu menjadi tempat pembentukan karakter masyarakat Minangkabau. Dari surau lahir banyak tokoh, ulama, dan intelektual yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
“Kalau kita melihat sejarah Minangkabau, surau merupakan tempat yang membentuk orang menjadi baik. Banyak intelektual lahir dari sana seperti Buya Hamka dan Agus Salim dan lainnya. Sistem ini sudah terbukti menghasilkan generasi yang berkarakter, sehingga perlu kembali kita hidupkan,” katanya.
Kapolres menegaskan, menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa dilakukan oleh Polri semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.
“Polri tidak bisa berdiri sendiri. Dalam menjaga kamtibmas dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Bukan lagi siapa yang bertanggung jawab, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengambil peran untuk menyelamatkan generasi muda,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, kasus narkoba di Tanah Datar cukup tinggi, satu tahun bertugas di Tanah Datar, pihaknya telah menangani sebanyak 48 kasus narkotika dengan 68 tersangka yang diamankan termasuk tiga orang diantaranya perempuan.
Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 279 gram sabu-sabu dan 43 kilogram ganja.
Selain fokus pada pemberantasan narkoba, Polres Tanah Datar juga melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap perilaku menyimpang di masyarakat. Salah satunya dengan menginisiasi program Nagari Bebas LGBT yaitunya di Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum.
Kapolres mengatakan program tersebut diluncurkan berdasarkan berbagai data dan hasil penelitian yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pencegahan di tengah masyarakat.
“Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga generasi muda agar tetap berada pada koridor nilai adat dan agama,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanah Datar Dedi tri Widono S. STP yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi upaya Polres Tanah Datar dalam menekan angka kriminalitas khususnya dalam membentengi generasi muda dari narkoba dan perilaku menyimpang.
Hal tersebut juga sejalan dengan visi pemerintah Kabupaten Tanah Datar Terwujudnya Kabupaten Tanah Datar Madani yang Maju dan Berkelanjutan Berdasarkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Diantaranya program yang telah dijalankan seperti satu rumah satu hafiz dan memberikan insentif kepada tenaga pendidik alquran,” jelas Dedi.
Selain itu kata dia, Kominfo Tanah Datar secara aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat terutama di wilayah Batusangkar guna meningkatkan kesadaran pelajar dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak terjerumus di tengah maraknya pemberitaan di media sosial.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjadi teladan di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali dipenuhi kabar yang belum tentu benar.
“Di era digitalisasi saat ini banyak informasi yang belum jelas. Saya harap Mahasiswa tidak termasuk kedalam itu, yaitunya dengan membiasakan budaya cek dan ricek sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi. Kritis itu penting, tetapi harus cerdas” ujarnya. (**)






