Halaman TMSBK Bukittinggi Mulai Ditata, Anggaran Rp1,7 Miliar Ditargetkan Rampung 100 Hari

Caption: Sala satu Gajah penghuni kebun binatang Kinantan Bukittinggi. (Ist)

BUKITTINGGI, LacakPos.co.id – Pemerintah Kota Bukittinggi mulai merealisasikan penataan halaman Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) pada Kamis, 3 September 2026. Pembenahan kawasan ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam menghadirkan kawasan wisata yang lebih tertib, aman, nyaman, serta layak bagi masyarakat dan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofie Hendria, mengungkapkan bahwa pekerjaan penataan halaman TMSBK dialokasikan anggaran sekitar Rp1,7 miliar. Proyek tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 100 hari.

Menurut Rofie, penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi halaman TMSBK sebagai ruang publik sekaligus memperbaiki dan mengoptimalkan sarana serta prasarana di kawasan wisata tersebut.

“Pembenahan ini juga untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan serta meningkatkan daya saing pariwisata Kota Bukittinggi,” ujar Rofie.

Salah satu bagian yang menjadi sasaran pembenahan adalah permukaan halaman. Sejumlah paving block akan diganti dengan material batu alam yang dinilai lebih nyaman dan ramah bagi anak-anak, penyandang disabilitas, maupun pengunjung secara umum.

Program penataan halaman TMSBK tersebut ditetapkan sebagai salah satu kegiatan prioritas daerah melalui Keputusan Wali Kota Bukittinggi Nomor 188.45-133-2026 tentang Kegiatan Prioritas Daerah Tahun 2026.

Targetkan Kunjungan Wisata dan PAD Meningkat

Rofie menjelaskan, TMSBK merupakan salah satu ikon pariwisata sekaligus kawasan wisata bersejarah di Sumatera Barat. Seiring perjalanan waktu, kawasan tersebut telah mengalami berbagai pembenahan dan kini kembali ditata untuk memberikan tampilan serta pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.

Penataan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan kunjungan wisata serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bukittinggi.

Data tahun 2025 mencatat jumlah kunjungan ke TMSBK mencapai 764.787 orang, dengan pendapatan sekitar Rp17,82 miliar.

“Dengan peningkatan kualitas kawasan TMSBK, akan membuka peluang semakin bertambahnya jumlah kunjungan dan meningkatkan PAD. Kawasan ini kita tata agar semakin nyaman, menarik dan memberikan warna baru,” kata Rofie.

30 Pedagang Direlokasi

Penataan halaman TMSBK juga berdampak terhadap aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Sebanyak 30 pedagang yang sebelumnya menempati kios di halaman TMSBK akan direlokasi ke Pusat Pertokoan Pasar Atas.

Sebagai bentuk solusi bagi para pedagang, Pemerintah Kota Bukittinggi memberikan kesempatan kepada mereka untuk menempati lokasi baru tersebut secara gratis selama enam bulan.

Sosialisasi mengenai rencana penataan dan relokasi telah dilakukan pemerintah sejak Juli 2026. Setelah proses sosialisasi, Dinas Pariwisata menerbitkan surat pencabutan izin menempati kios pada 24 Agustus 2026.

Pemko Bukittinggi menegaskan bahwa relokasi tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan secara menyeluruh, terutama untuk mengembalikan fungsi halaman TMSBK sebagai ruang publik dan menciptakan lingkungan wisata yang lebih teratur.

Dengan dimulainya pekerjaan tersebut, pemerintah daerah berharap wajah kawasan TMSBK semakin representatif. Selain meningkatkan kenyamanan wisatawan, pembenahan juga diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata Bukittinggi sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian masyarakat dan PAD daerah. (Novita)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *