MINAHASA – Lacakpos.co.id – Pemerintah Desa Kumu, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting Pencegahan dan Penanganan Stunting Tingkat Desa, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Tombariri, Pemerintah Desa Kumu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, kader Posyandu, serta perwakilan masyarakat Desa Kumu.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan ucapan selamat datang oleh Panos Tiwow selaku perwakilan Pemerintah Desa Kumu. Doa pembukaan dipimpin oleh Gembala Stenly, sementara jalannya kegiatan dipandu oleh Maya Sabentiro sebagai pembawa acara.
Hukum Tua Desa Kumu, Ronny Kaunang, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan hingga selesai serta berperan aktif menyampaikan usulan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan stunting.
“Rembuk Stunting dan Musrenbang ini menjadi forum penting untuk menentukan arah pembangunan desa ke depan. Kami berharap seluruh usulan yang disampaikan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat, terutama yang menyangkut kesehatan ibu dan anak agar terhindar dari stunting,” ujar Ronny Kaunang.
Sementara itu, Camat Tombariri, Yelly Julilen Soput, SP, menyampaikan bahwa pada tahun perencanaan ini terjadi pengurangan anggaran sekitar 70 persen, sehingga pemerintah desa perlu menetapkan skala prioritas pembangunan secara cermat.
“Walaupun anggaran mengalami pengurangan, seluruh usulan tetap harus disampaikan melalui Musrenbang. Ini menjadi dasar perencanaan agar dapat diperjuangkan dan disampaikan ke tingkat pemerintah yang lebih tinggi,” kata Yelly Julilen Soput.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk pembangunan fisik, dana desa yang tersedia hanya sekitar Rp100 juta, sehingga pemanfaatannya harus difokuskan pada kebutuhan yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai usulan pembangunan, antara lain penerangan jalan umum, peningkatan dan pelebaran jalan desa serta jalan kebun, pembangunan MCK dan tanggul, pos kamling permanen, tower telekomunikasi, unit ambulans desa, pembangunan Puskesmas Pembantu dan penambahan tenaga medis, kebutuhan guru TK, SD, dan SMP, pembangunan SMA, bantuan pertanian dan nelayan, serta program pencegahan dan penanganan stunting.
Kegiatan ditutup dengan penetapan skala prioritas usulan pembangunan dan penandatanganan berita acara sebagai dasar perencanaan pembangunan Desa Kumu pada tahun berikutnya.
(Juan/ Butje)







