HALUT, LacakPos.co.id — Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd, secara resmi membuka kegiatan SASTRA KAMI FEST 2025 yang diselenggarakan oleh Taman Baca Masyarakat (TBM) Satoemama dengan mengusung tema “Bersama Pelajar Berbudaya”. Kegiatan ini digelar di Lapangan Bola Desa Malapa, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (14/12/2025).
Pembukaan festival tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kepemudaan, pegiat literasi, serta pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Malifut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad menegaskan bahwa budaya pada hakikatnya merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang tumbuh dari potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Menurutnya, kebudayaan dapat berkembang dan dimajukan apabila memenuhi dua syarat utama, yakni adanya inisiatif kreatif dan komitmen bersama.
“Budaya itu lahir dari potensi yang tersedia. Untuk memajukannya, kita harus mau melihat dan mengidentifikasi potensi budaya yang kita miliki, lalu memiliki komitmen untuk mengembangkannya secara kreatif. Kreatif itu artinya melakukan sesuatu sebelum orang lain berpikir. Kalau sudah dibikin orang baru kita berpikir, itu bukan lagi kreatif, tapi kolaborasi,” ujar Kasman.
Ia menambahkan, kemajuan kebudayaan tidak hanya berhenti pada kreativitas, tetapi juga harus dilanjutkan dengan inovasi. Menurutnya, inovasi merupakan tahapan di atas kreativitas, yakni kemampuan melakukan sesuatu melampaui persoalan sebelum masalah itu muncul.
“Inovasi itu melakukan langkah hari ini untuk menjawab tantangan masa depan. Kemajuan kebudayaan adalah bentuk inovasi agar budaya kita tidak tergerus oleh perubahan yang datang dari luar,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Pelestarian Budaya Maluku Utara yang telah mendukung dan bekerja sama dengan komunitas literasi dan kebudayaan dalam penyelenggaraan SASTRA KAMI FEST.
“Oleh karena itu, komunitas seperti ini saya dukung penuh. Terima kasih kepada Balai Pelestarian Budaya Maluku Utara dan teman-teman komunitas yang telah berperan aktif. Ini adalah bagian dari tugas pemerintah dalam mendorong proses kemajuan kebudayaan,” katanya.
Kasman berharap pengembangan budaya tidak hanya dilihat dari nama kawasan, tetapi dari tampilan budaya sebagai identitas masing-masing daerah. Jika hal tersebut terus dikembangkan, ia optimistis Halmahera Utara akan menjadi salah satu kekuatan budaya di Maluku Utara.
“Kita akan memiliki banyak pilihan budaya yang dikembangkan secara kreatif dan inovatif, sehingga mampu melampaui gelombang perubahan besar akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi,” tutupnya.
Diketahui, SASTRA KAMI FEST 2025 merupakan kegiatan literasi dan kebudayaan yang digagas oleh Taman Baca Masyarakat Sanggar Tanoan Kreatif Mailoa Malifut dan disponsori oleh TBM Satoemama. Festival ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Desember 2025. (*/Fic)






