TANAH DATAR — LACAKPOS.CO.ID – Sejak banjir bandang besar melanda kawasan Lembah Anai dan sekitarnya beberapa hari lalu, akses utama Padang–Bukittinggi lumpuh total. Putusnya jalan nasional tersebut membuat ribuan warga, pekerja harian, pedagang, hingga tenaga medis terpaksa mencari jalur alternatif agar tetap bisa beraktivitas.
Di tengah situasi itu, warga Nagari Singgalang dan sekitarnya bergerak cepat membangun jalur darurat secara swadaya di kawasan Mega Mendung, Tanah Datar. Jalur tersebut hanya cukup untuk dilewati sepeda motor dan harus ditempuh dengan penuh kehati-hatian karena kondisi tanah masih basah, licin, serta berada dekat jalur aliran material banjir.
Jalur ini menjadi denyut baru bagi masyarakat yang hilir mudik antara Padang, Bukittinggi, Tanah Datar, dan daerah penyangga lainnya. Setiap hari pengendara motor tampak mengular di jalur sempit tersebut, bergantian melintas sambil menjaga keseimbangan di atas permukaan jalan darurat yang masih sangat rawan.
Pengendara Bertaruh Nyawa di Jalur Sempit dan Licin
Pantauan pada Kamis (4/12/2025), beberapa titik jalur darurat tampak hanya selebar satu meter, menanjak, dan berdampingan dengan jurang kecil. Warga yang berjaga di lokasi sesekali membantu pengendara yang hampir tergelincir. Meski begitu, jalur alternatif ini tetap menjadi harapan satu-satunya bagi mobilitas masyarakat.
Tukiyem, pengendara roda dua asal Bukittinggi yang hendak menuju Padang, mengaku tidak punya pilihan lain selain melewati jalur darurat tersebut.
“Mau bagaimana lagi, jalan utama kan putus total. Jalur ini satu-satunya harapan kami untuk bisa lewat. Memang ngeri, apalagi licin, tapi saya harus tetap ke Padang karena ada keperluan mendesak,” ujarnya kepada Lacakpos.co.id.
Ia menambahkan, upaya warga membangun jalur darurat patut diapresiasi.
“Kami sangat terbantu. Kalau tidak ada jalur ini, mungkin banyak urusan orang terhenti. Semoga pemerintah segera memperbaiki akses utama,” tambahnya.
Arus Kendaraan Padat, Warga Patroli Bergiliran
Warga sekitar tidak hanya membuat jalur darurat, tetapi juga mengatur lalu lintas secara manual agar pengendara bisa melintas dengan aman. Setiap beberapa meter, tampak relawan lokal membantu mengarahkan pengguna jalan untuk bergantian lewat, terutama pada tanjakan tajam yang hanya bisa dilewati satu motor dalam satu waktu.
Suporno, pengendara asal Padang yang menuju Batusangkar, juga merasakan betapa krusialnya jalur darurat ini.
“Saya sudah biasa lewat Lembah Anai, tapi baru kali ini harus lewat jalan seperti ini. Ya deg-degan juga, tapi kalau tidak lewat sini, saya tidak bisa sampai ke Batusangkar. Terima kasih untuk warga yang sudah buat jalan darurat ini,” ungkapnya.
Suporno berharap pemerintah segera melakukan langkah pemulihan cepat karena jalur alternatif sangat terbatas dan berbahaya jika terus digunakan dalam jangka panjang.
“Ini darurat banget, pemerintah harus bergerak cepat. Jalan nasional itu vital. Tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” tegasnya.
Akses Vital Lumpuh, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Putusnya jalan Padang–Bukittinggi tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga menghambat distribusi logistik dan aktivitas ekonomi di sejumlah kabupaten. Banyak pedagang yang terpaksa menghentikan pasokan barang, sementara pekerja yang biasa bolak-balik antar kota kini harus menempuh waktu lebih lama dengan risiko keselamatan yang tinggi.
Beberapa pengendara memilih menunda perjalanan atau mencari rute memutar lewat Malalak, namun jalur tersebut juga tidak sepenuhnya aman karena potensi longsor dan kondisi jalan yang sempit.
Warga Berharap Pemulihan Cepat
Jalur darurat Mega Mendung saat ini menjadi nadi utama penghubung antar daerah. Namun warga di lokasi menegaskan bahwa jalur tersebut hanya bersifat sementara karena kondisi tanah rentan ambles jika terus dilalui.
Dengan masih tingginya curah hujan dan potensi longsor susulan, masyarakat berharap pemerintah pusat dan daerah mempercepat perbaikan jalan nasional Padang–Bukittinggi agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal, dan pengendara tidak lagi harus mempertaruhkan nyawa melewati jalur darurat.(**)







