TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID — Penanganan dampak psikologis korban bencana mulai menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Seusai mengunjungi warga terdampak di Aia Mancua, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Bupati Eka Putra bergerak menuju kawasan selatan yang terdampak paling parah, Senin sore (1/12/2025). Fokus kunjungan bukan hanya pada penyaluran bantuan dasar, tetapi juga memastikan penanganan trauma pascabencana berjalan.
Perjalanan lapangan dimulai dari Nagari Sumpur, salah satu titik terputusnya jalur Salingka Danau Singkarak. Material longsor berupa lumpur, batu besar, dan potongan kayu menutup ruas jalan utama menuju Nagari Guguak Malalo. Di beberapa titik, alat berat sedang berusaha membuka akses, namun kontur medan licin dan cuaca yang tidak stabil membuat proses pembersihan berjalan lambat.
Usai melewati jalur penuh hambatan, rombongan tiba di Muaro Ambius, Jorong Guguak, Nagari Guguak Malalo. Lokasi ini menjadi salah satu titik konsentrasi pengungsian terbesar pascabencana. Berdasarkan pendataan sementara, tidak kurang dari 750 jiwa mengungsi setelah rumah mereka rusak berat atau berada di zona risiko longsor susulan. Pengungsi terdiri dari anak-anak, lansia, ibu hamil hingga keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Di area pengungsian yang didirikan di balai nagari dan tenda darurat, suasana kelelahan sangat terlihat. Anak-anak duduk diam di sudut ruangan, sebagian menangis ketika mendengar suara hujan. Orang tua menceritakan kepanikan saat air dan material longsor menerjang rumah mereka tanpa peringatan. Banyak dari mereka mengaku mengalami kesulitan tidur, mimpi buruk, hingga takut kembali ke rumah.
Beberapa perwakilan pengungsi mendekati Bupati dan menyampaikan kebutuhan mendesak, termasuk pendampingan psikologis jangka pendek. Mereka menuturkan, trauma tak hanya dirasakan anak-anak, melainkan juga orang dewasa yang kehilangan harta benda atau menyaksikan rumah tetangga hanyut.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Eka Putra menegaskan bahwa pemulihan mental warga akan menjadi bagian dari prioritas penanganan.
“Saya mendengar langsung keluhan ibu-ibu dan bapak-bapak tentang ketakutan yang masih tersisa. Saya pastikan tim trauma healing akan segera hadir ke sini, terutama untuk anak-anak yang mengalami guncangan psikologis. Mohon maaf baru hari ini saya dapat hadir langsung di posko,” ujarnya.
Selain menekankan pendampingan mental, pemerintah daerah juga memastikan pasokan kebutuhan dasar tetap aman. Di lokasi, Bupati menyerahkan bantuan berupa bahan makanan, beras, paket sembako, susu anak-anak, serta perlengkapan bayi. Bantuan ini diharapkan menjadi suplai sementara sambil menunggu distribusi lanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Eka Putra mengajak warga untuk tetap tegar dan saling mendukung.
“Musibah ini menguji kita semua, tapi kita tidak boleh hilang harapan. Kita bekerja keras agar situasi kembali normal dan masyarakat bisa pulih, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara batin,” tutur Bupati di hadapan warga.
Sementara itu, tim gabungan BPBD, TNI, OPD terkait dan relawan lokal masih berupaya membuka akses Sumpur—Guguak Malalo sebagai jalur utama distribusi logistik. Pemerintah memastikan progres di lapangan terus dipantau, baik terkait pembukaan jalan, kondisi pengungsi, hingga kesiapan tim pendamping psikososial.(**)






