MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Proyek perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Manado yang dibiayai melalui pinjaman daerah senilai Rp80 miliar mendapat sorotan. LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) mendesak pemerintah untuk membuka secara transparan seluruh proses penganggaran, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek strategis tersebut.
Ketua INAKOR, Rolly Wenas, menegaskan bahwa pihaknya mendukung inisiatif Pemerintah Kota Manado dalam meningkatkan layanan air bersih. Namun, ia juga mengingatkan bahwa proyek ini menyangkut dana pinjaman yang akan menjadi beban keuangan daerah di masa depan, sehingga tata kelola yang terbuka menjadi kewajiban.
“Kami menyambut baik niat baik pemerintah. Tapi proyek sebesar ini harus dikawal secara ketat, demi mencegah potensi penyimpangan. Masyarakat berhak tahu ke mana dana ini digunakan,” kata Wenas melalui pernyataan tertulis, Rabu (9/7/2025).
INAKOR telah melayangkan permohonan informasi publik ke Dinas Kominfo Kota Manado selaku PPID utama, untuk meminta rincian anggaran, jadwal proyek, hingga mekanisme pengawasan. Menurut Wenas, permintaan ini dilakukan sebagai bentuk pengawalan publik, bukan tuduhan, dan sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Rincian alokasi anggaran secara terbuka, termasuk biaya konstruksi, pengadaan, dan operasional.
Keterbukaan proses tender dan pemilihan kontraktor, guna menjamin persaingan yang sehat.
Penyusunan indikator kinerja proyek yang jelas dan terukur.
Pelibatan masyarakat dan lembaga pengawas independen sejak perencanaan hingga evaluasi.
“Kami ingin proyek ini menjadi contoh tata kelola yang baik, bukan justru menimbulkan pertanyaan. Transparansi bukan sekadar pilihan, tapi keharusan,” tegas Wenas.
Respons Pemerintah Singkat
Kepala Dinas PUPR Kota Manado saat dikonfirmasi terkait sorotan ini memberikan respons singkat.
“Ok sip,” tulisnya melalui pesan singkat saat dihubungi wartawan lacakpos.co.id
Meskipun tanggapan tersebut belum menjelaskan substansi, ke depan publik berharap ada penjelasan lebih menyeluruh dari pemerintah kota mengenai pelaksanaan proyek, termasuk progres fisik, penyusunan indikator kinerja, serta komitmen terhadap keterbukaan.
Wenas juga mengingatkan agar proyek ini tidak mengulang kekurangan dari proyek lain yang dibiayai melalui skema serupa, seperti revitalisasi Pasar Bersehati. “Capaian target sangat penting, tapi lebih penting lagi adalah dampaknya terhadap masyarakat. Jangan hanya bagus di atas kertas, tapi lemah dalam implementasi,” pungkasnya.
(Ivan)






