SULUT – LACAKPOS.CO.ID – Kondisi sarana dan prasarana satuan pendidikan Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Negeri 1 Kepulauan Salibabu Kabupaten Talaud Provinsi Sulawesi Utara sangat memiriskan.
Pasalnya, sekolah yang berjumlah siswa 30 orang dengan tenaga kependidikan terbatas sangat gundah dan berharap ada kepedulian bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Apa lagi daerah ini termasuk kategori 3T ( Tertinggal, Terdepan, dan Terluar ) di wilayah Indonesia patut menjadi perhatian serius Pemerintah.
SLB Negeri 1 Kepulauan Salibabu dengan kata lain siswa berkebutuhan khusus yang di pimpin Kepala satuan pendidikan ( Kepala Sekolah ) Forrijani Bee SPd mengakui masih banyak kekurangan sarana maupun prasarana terlebih belum mempunyai asrama siswa.
“Kendala utama yakni belum ada asrama siswa,” kata Kepsek Forrijani kepada Lacakpos melalui sambungan WhatsAp pribadi Jumat ( 28/3/2025 ).
Lanjut, Kepsek Forrijani SLB N 1 Kepulauan Salibabu merupakan sekolah satu-satunya di Kabupaten Talaud, di tambah jarak tempat tinggal siswa menuju sekolah sangat jauh mengakibatkan belajar tidak maksimal.
Begitu pula ruang keterampilan, ruang kelas, Aula dan rumah dinas masih kekurangan dan berharap ada perhatian dari Pemerintah.
Hal ini ungkap Forrijani di karenakan para guru di sini rata-rata tinggal di kepulauan yang berbeda maka ini juga harus mendapat perhatian pemerintah dan steakholder.
“Iya semua guru di sini tempat tinggalnya ada di berbagai kepulauan yang berbeda,” tandasnya.
Kepala Sekolah Forrijani yang sudah 8 tahun bekerja di SLB N 1 Salibabu membeberkan saat ini ada tiga ruang kelas yang paflonnya ( atap ) telah roboh dan ini perlu di adakan rehab.
“Tiga ruang kelas plafonnya jatuh ini perlu di adakan rehab,” tutup Forrijani.
Berharap ini menjadi perhatian dari semua pihak untuk pengembangan kualitas pendidikan di SLB Negeri 1 Kepulauan Salibabu Kabupaten Talaud. ( kix )







