TALAUD, LacakPos.co.id — Pelayanan kelistrikan PT PLN (Persero) ULP Melonguane kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, keluhan datang dari warga Kecamatan Tampan Amma, Kabupaten Kepulauan Talaud, yang mengaku harus menghadapi pemadaman listrik berulang kali tanpa kepastian jadwal maupun informasi resmi dari pihak PLN.
Berdasarkan keluhan masyarakat, dalam kurun waktu sepekan terakhir, pemadaman listrik disebut terjadi hingga dua kali atau lebih dalam sehari, dengan durasi yang bahkan mencapai lebih dari enam jam.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga. Pasalnya, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang sangat menunjang aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan masyarakat hingga keberlangsungan usaha kecil dan menengah (UMKM).
Warga menilai kondisi ini sudah sangat merugikan, terlebih pemadaman berlangsung tanpa pemberitahuan yang memadai mengenai penyebab gangguan maupun perkiraan waktu normalisasi pasokan listrik.
Minim Informasi, Konsumen Merasa Tidak Dihargai
Mei L, salah seorang warga Kecamatan Tampan Amma, mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya komunikasi pihak PLN kepada masyarakat.
Menurutnya, pemadaman listrik sering terjadi secara tiba-tiba tanpa pengumuman resmi, sosialisasi, ataupun pemberitahuan mengenai kendala teknis yang sedang dihadapi.
Ia bahkan membandingkan pola penyampaian informasi dengan wilayah lain, seperti Lirung, yang menurut pengamatannya dapat menyampaikan informasi terkait gangguan listrik melalui media sosial Facebook.
Mei juga mengingat bahwa pada waktu sebelumnya, pemberitahuan pemadaman pernah disampaikan melalui surat kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada masyarakat menggunakan pengeras suara.
“Listrik mati dan hidup begitu saja tanpa ada pemberitahuan apa pun kepada masyarakat. Kami sebagai konsumen merasa tidak dihargai karena tidak tahu menahu apa yang sebenarnya terjadi pada sistem kelistrikan di daerah kami,” keluh Mei.
Peralatan Elektronik Rusak, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab PLN
Dampak pemadaman berulang bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kerusakan peralatan elektronik akibat gangguan maupun ketidakstabilan pasokan listrik.
Yulianis L, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa sejumlah peralatan rumah tangga masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari televisi, kulkas, lampu hingga perangkat elektronik lainnya.
“Banyak alat-alat elektronik masyarakat yang rusak, mulai dari televisi, kulkas, bola lampu listrik dan alat-alat yang lain. Siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian ini?” ungkap Yulianis.
Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme pengaduan dan pertanggungjawaban apabila konsumen mengalami kerugian akibat gangguan kelistrikan yang dapat dibuktikan berkaitan dengan pelayanan PLN.
UMKM Ikut Terdampak, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Persoalan ini juga dirasakan para pelaku UMKM di Kecamatan Tampan Amma.
Mirna T, salah seorang pelaku usaha kecil, mengungkapkan bahwa ketidakstabilan pasokan listrik berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.
Usaha yang bergantung pada ketersediaan listrik terpaksa berhenti ketika pemadaman terjadi. Akibatnya, kesempatan memperoleh pendapatan ikut berkurang.
Situasi tersebut tentu menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari usaha kecil, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang membutuhkan kepastian dan kestabilan aktivitas usaha.
Kepala PLN ULP Melonguane Belum Memberikan Penjelasan
Untuk memperoleh penjelasan resmi dan menjaga keberimbangan pemberitaan, awak media telah berupaya menghubungi Kepala PLN ULP Melonguane, Adithya Pranata, melalui pesan WhatsApp.
Pesan konfirmasi tersebut terpantau telah terkirim dan terbaca. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi dari pihak yang bersangkutan mengenai penyebab pemadaman, kondisi sistem kelistrikan, serta langkah penanganan yang dilakukan.
Dengan demikian, penyebab teknis dan pihak yang bertanggung jawab atas gangguan tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari PLN.
Warga Minta Pemerintah Daerah Turun Tangan
Masyarakat Kecamatan Tampan Amma, mulai dari wilayah Tuabatu hingga Ganalo, berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud tidak tinggal diam melihat persoalan yang terus dikeluhkan warga.
Mereka meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait segera melakukan koordinasi dengan manajemen PLN guna mencari solusi konkret terhadap persoalan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Warga juga mendesak PLN agar meningkatkan transparansi informasi, memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan, serta menyampaikan jadwal pemeliharaan apabila memang terdapat pekerjaan teknis yang mengharuskan terjadinya pemadaman.
Bagi masyarakat, persoalan ini bukan semata-mata tentang listrik yang padam, melainkan menyangkut kepastian pelayanan, perlindungan konsumen, dan tanggung jawab penyedia layanan publik.
Masyarakat di wilayah perbatasan juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kelistrikan yang layak, andal, dan berkesinambungan.
Hingga kini, warga masih menantikan jawaban dan langkah nyata dari PLN. Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan aliran listrik, tetapi juga kepastian bahwa keluhan mereka didengar dan ditindaklanjuti.
(Jemmy Pandesingka)






