SMAN 1 Lirung Talaud Kembali Terima Bantuan Revitalisasi, Progres Pekerjaan Capai 80 Persen

Caption: Kepala SMA Negeri 1 Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud Selfi S Maisudu, SPd, MPd. (Ist)

TALAUD, LacakPos.co.id — SMA Negeri 1 Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kembali memperoleh bantuan revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2026. Memasuki tahun kedua menerima program tersebut, sekolah ini mendapatkan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk mendukung pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.

Kepala SMAN 1 Lirung, Selfi S. Maisudu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa besaran anggaran revitalisasi tahun 2026 tidak jauh berbeda dengan bantuan yang diterima sekolahnya pada 2025.

“Pada tahun 2026, sekolah kami kembali mendapatkan bantuan revitalisasi untuk kedua kalinya, dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar,” ungkap Selfi melalui sambungan WhatsApp kepada LacakPos.co.id, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program revitalisasi tahun ini mencakup enam menu pekerjaan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Di antaranya, rehabilitasi enam ruang kelas serta ruang tata usaha.

Mengenai perkembangan pekerjaan, Selfi menyebutkan bahwa hingga saat ini pelaksanaannya berjalan tanpa kendala berarti. Pihak sekolah juga secara rutin menyampaikan laporan perkembangan pekerjaan setiap pekan sebagai bagian dari pemantauan pelaksanaan program.

“Setiap minggu laporan selalu diperbarui. Puji syukur, progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 80 persen,” jelasnya.

Selain berfokus pada perbaikan fisik bangunan sekolah, pelaksanaan revitalisasi juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu, tenaga kerja yang dilibatkan dalam pekerjaan tersebut direkrut dari warga setempat.

Menurut Selfi, pelibatan masyarakat lokal merupakan bagian dari pelaksanaan program yang berpedoman pada ketentuan petunjuk teknis, sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pembangunan.

“Pelaksanaannya selalu berlandaskan juknis, termasuk ketentuan bahwa tenaga kerja harus berasal dari warga setempat,” tambahnya.

Dengan capaian progres yang telah mencapai 80 persen, pihak sekolah optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai batas waktu yang ditetapkan dalam ketentuan pelaksanaan program.

Selfi berharap proses revitalisasi tersebut dapat berjalan hingga tuntas sehingga fasilitas pendidikan di SMAN 1 Lirung semakin memadai dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Kami optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditentukan,” tutupnya. (kix)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *