MINAHASA, LacakPos.co.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mendorong peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) melalui penguatan koordinasi dan kerja sama antarperangkat daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembahasan dokumen kerja lintas sektor untuk memenuhi delapan indikator layanan PAUDHI, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) di Yama Resort Tondano, Selasa (27/10/2026).
Agenda ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bidang Pembinaan PAUD-PNF dan enam organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Enam OPD tersebut meliputi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Minahasa.
Penandatanganan dilakukan Kepala Bidang Pembinaan PAUD-PNF, Agnesia B.C. Tewu, S.STP., M.A.P., bersama enam kepala OPD. Kegiatan tersebut disaksikan Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa sekaligus Bunda PAUD, Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, S.E., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Watania, M.M., M.Si.
Kepala Dinas Pendidikan Minahasa, Drs. Arthur Palilingan, melalui Agnesia Tewu menjelaskan, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan kebutuhan dasar anak usia dini terpenuhi secara terintegrasi.
Menurutnya, layanan PAUD berkualitas tidak cukup hanya berorientasi pada proses pembelajaran. Dukungan kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang optimal.
Terdapat delapan indikator yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan PAUDHI. Indikator tersebut mencakup penyelenggaraan kelas orang tua, pemantauan pertumbuhan anak melalui pengukuran tinggi dan berat badan serta lingkar kepala, dan pemantauan perkembangan anak sesuai tahapan usia.
Selanjutnya, satuan PAUD perlu membangun koordinasi dengan unit pelayanan terkait untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan gizi peserta didik, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan/atau makanan bergizi bagi anak.
Dua indikator lainnya berkaitan dengan pemantauan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) peserta didik serta ketersediaan fasilitas sanitasi yang layak dan akses terhadap air bersih.
Agnesia menegaskan bahwa pencapaian seluruh indikator tersebut membutuhkan keterlibatan satuan pendidikan, orang tua, tenaga kesehatan, dan perangkat daerah sesuai tugas masing-masing.
Untuk mendukung pelaksanaannya, satuan PAUD didorong menjalin koordinasi dengan puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat. Kerja sama ini diperlukan untuk menunjang pemeriksaan kesehatan, imunisasi, dan pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat juga perlu ditanamkan sejak usia dini, antara lain melalui kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Di bidang administrasi, pendataan identitas anak turut menjadi perhatian, termasuk pemantauan kepemilikan NIK dan pemutakhiran data peserta didik melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Agnesia menjelaskan, penerapan konsep PAUDHI tidak berarti setiap satuan PAUD harus menyediakan seluruh jenis layanan secara mandiri. Sebaliknya, satuan pendidikan diharapkan berperan sebagai penghubung bagi anak dan keluarga untuk mendapatkan pelayanan esensial sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak dapat berjalan secara terpadu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Drs. Maudy Pangerapan, M.A.P.; Kepala Dinas Sosial, Dr. dr. Maya Rambitan, M.Kes.; serta Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. Olviane Rattu, M.Kes.
Hadir pula Kepala Dinas P3A, Agustine Mangundap, S.E.; Kepala Disdukcapil, Meidy Rengkuan, S.H., M.A.P.; dan Kepala Bapelitbangda, Edwin Muntu.
Selain itu, kegiatan diikuti Sekretaris Dinas Pendidikan, Lidya Pelealu, S.STP., M.A.P., para kepala seksi Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, serta jajaran staf.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Minahasa diharapkan dapat memperkuat keterpaduan layanan PAUDHI sehingga kebutuhan esensial anak usia dini memperoleh perhatian secara menyeluruh.
(Butje)






