Andi Fitri Ramadhani Resmi Jadi Sarjana Kedokteran Gigi, Orang Tua Datang dari Enrekang

Caption: Andi Fitri Ramadhani Wisudawati Bersama Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof Ahmad Beserta ibu . (Foto: Andi Nasruddin/Lacakpos)

BANJARBARU, LacakPos.co.id — Kabar bahagia datang dari Andi Fitri Ramadhani. Perjuangan panjang menempuh pendidikan di perguruan tinggi akhirnya berbuah manis setelah dirinya resmi diwisuda sebagai Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (1/10/2026).

Suasana haru dan bahagia mewarnai pelaksanaan Wisuda ke-133 Periode Oktober 2026 yang berlangsung di Auditorium Brigadir Jenderal (TNI) Hasan Basry Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Bacaan Lainnya

Andi Fitri Ramadhani, yang akrab disapa Cipi, tampak berbaur bersama ribuan wisudawan dan wisudawati lainnya. Mengenakan toga dan jubah wisuda, ia menikmati momen bersejarah tersebut bersama teman-teman seangkatannya.

Bagi Cipi, wisuda merupakan puncak dari perjuangan panjang selama menjalani pendidikan.

“Buat saya, ini adalah buah dari perjuangan serta kerja keras. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di puncak pendidikan formal yang selama ini saya jalani,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, perjalanan Cipi belum berakhir. Ia akan melanjutkan tahapan co-assistant (koas) sebagai bagian dari pendidikan profesi klinis kedokteran gigi.

Tahap tersebut menjadi kesempatan bagi lulusan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan akademik secara langsung dalam pelayanan kepada pasien, di bawah pengawasan tenaga medis profesional.

Andi Fitri Ramadhani merupakan putri ketiga sekaligus anak bungsu dari pasangan Andi Nasruddin dan Hapisah Tepu. Kebahagiaan sang anak turut menjadi kebahagiaan besar bagi kedua orang tuanya.

Kedua orang tua Cipi bahkan rela menempuh perjalanan dari kampung halaman mereka di Bunu, Desa Bubun Lamba, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, untuk menyaksikan secara langsung momen wisuda putri tercinta.

Tangis haru pun tak dapat dibendung. Kebahagiaan terpancar ketika menyaksikan sang anak secara resmi dikukuhkan sebagai lulusan Universitas Lambung Mangkurat.

“Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Hapisah, ibu kandung Andi Fitri Ramadhani.

Di tengah suasana bahagia tersebut, Cipi tak henti mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Ia mengakui bahwa keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan, doa, serta perjuangan kedua orang tua dan keluarga.

“Yang pertama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT karena saya telah menyelesaikan studi dengan baik. Saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada kedua orang tua saya yang telah mendukung sampai dengan titik ini. Semoga saya bisa berguna bagi bangsa dan negara,” tutur Cipi di sela-sela acara wisuda.

1.260 Wisudawan Dilantik

Pada Wisuda ke-133 Periode Oktober 2026, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., resmi melantik sebanyak 1.260 wisudawan dan wisudawati.

Jumlah tersebut terdiri atas program doktor sebanyak 4 orang, magister 193 orang, profesi 178 orang, sarjana 804 orang, serta diploma sebanyak 81 orang.

Dalam sambutannya, Prof. Ahmad menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan ULM yang telah menyelesaikan pendidikan.

“Anak-anakku, saya lepas dan serahkan kembali kepada masyarakat untuk berkiprah menerapkan ilmunya,” ujarnya.

Ia mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar meski telah menyelesaikan pendidikan formal.

Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para lulusan untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Para alumni juga diharapkan terus mengembangkan wawasan, bersikap adaptif, berpikir inovatif, serta menjaga integritas dan nama baik almamater ketika memasuki dunia kerja maupun menjalankan pengabdian sosial.

“Walaupun sudah lulus dan wisuda, hendaknya terus belajar dan menambah wawasan sehingga ilmu yang dimiliki terus berkembang,” pesannya.

Prof. Ahmad juga mengingatkan para lulusan untuk tetap memegang teguh motto ULM, “Waja Sampai Ka Puting”, dalam setiap langkah perjuangan setelah meninggalkan kampus.

Guru besar ULM yang diketahui berasal dari Pangbuluran, Desa Salukanan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, itu menegaskan bahwa para alumni diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia juga mendorong para lulusan untuk terus mempersiapkan diri dan mengabdikan ilmu yang diperoleh demi memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Anda harus memiliki daya juang dan dedikasi yang tinggi serta tidak mudah menyerah dalam kondisi apa pun,” pungkasnya. (Atta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *