Kadis Kominfo Minahasa Ricky Laloan Hadiri Penguatan Data Statistik Daerah

Caption: Kadis Kominfo Minahasa Ricky Laloan, SH, (kanan depan). Saat menghadirikegiatan. ( Butje/LacakPos)

MINAHASA, LacakPos.co.id — Penguatan pengelolaan data menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan penguatan data statistik yang melibatkan perangkat daerah di Kabupaten Minahasa.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minahasa, Ricky Laloan, SH, turut hadir bersama jajaran perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Minahasa.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Statistik Bappelitbangda Kabupaten Minahasa, Jenny Manorek, SP, M.Si.

Dalam pemaparannya, Jenny menjelaskan bahwa pengelolaan data tidak cukup hanya dengan mengumpulkan dan menampilkan angka. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan sumber data, waktu pengumpulan, serta indikator yang digunakan dapat diketahui secara jelas.

Menurutnya, setiap perangkat daerah memiliki data yang berkaitan langsung dengan tugas, fungsi, program serta target kinerja masing-masing. Karena itu, data yang dihimpun perlu diselaraskan dengan indikator kinerja utama maupun indikator kinerja lainnya yang menjadi ukuran keberhasilan perangkat daerah.

“Yang penting juga terkait sumber data itu siapa dan waktu juga menentukan. Kemudian apa yang menjadi indikator penting di perangkat daerah masing-masing,” ujar Jenny.

Ia menjelaskan, data yang berkaitan dengan target dan kinerja perangkat daerah perlu menjadi bagian dari daftar data prioritas. Dengan demikian, data yang dihimpun tidak hanya menjadi kumpulan angka, tetapi dapat digunakan untuk mengukur pencapaian kinerja masing-masing perangkat daerah.

Selanjutnya, data dari setiap perangkat daerah akan dikompilasi sehingga dapat menjadi bagian dari daftar data Kabupaten Minahasa.

Sementara itu, Frenaldy Wahyudi Wenas, S.Tr.Stat atau Aldy, yang hadir mewakili Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Minahasa, memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara data dan statistik.

Ia menjelaskan, data pada dasarnya dapat berupa informasi hasil pengumpulan yang masih menggambarkan individu atau unit pengamatan. Data tersebut kemudian melalui proses pengolahan, pemeriksaan, pengelompokan dan analisis sehingga menghasilkan informasi statistik yang dapat digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi.

Sebagai contoh, data penduduk yang masih berbentuk informasi individu dapat diolah berdasarkan wilayah, jenis kelamin, kelompok umur atau karakteristik tertentu. Setelah dilakukan pengolahan dan agregasi, hasilnya dapat menjadi indikator statistik seperti jumlah penduduk perempuan dalam suatu wilayah.

Aldy juga menjelaskan bahwa kegiatan statistik merupakan suatu rangkaian proses yang tidak berhenti pada tahap pengumpulan data. Di dalamnya terdapat tahapan mulai dari identifikasi kebutuhan, pengumpulan, pengolahan, penyajian hingga analisis data.

Dengan proses tersebut, data yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih bermanfaat bagi pengguna, khususnya dalam mendukung kebutuhan pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Penguatan pengelolaan data tersebut juga menjadi penting karena masing-masing OPD memiliki data sektoral sesuai tugas dan kewenangannya. Apabila data tersebut dikelola secara terstruktur dan memiliki sumber serta indikator yang jelas, maka akan lebih mudah digunakan sebagai bahan perencanaan, evaluasi dan pengukuran capaian pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh seluruh perwakilan OPD Kabupaten Minahasa.

Melalui kegiatan ini, perangkat daerah diharapkan semakin memahami pentingnya kualitas data, mulai dari sumber, periode, indikator hingga proses pengolahan, sehingga data yang dikompilasi dapat menjadi informasi statistik daerah yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (B.Lengkong)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *