Banggar DPRD Sangihe Soroti Potensi PAD Kinerja OPD Jadi Perhatian

Caption: Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebagai Ketua DPRD, Deny Roy Tampi, (posisi kiri) dan Wakil Ketua I DPRD Sangihe Risal Paul Makagansa (ditengah) sedangkan Wakil Ketua II DPRD Sangihe Marvein Hontong (posisi kanan), saat menggelar rapat evaluasi terkait kondisi dan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) ( Rinny/LacakPos)

SANGIHE, LacakPos.co.id Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar rapat evaluasi terkait kondisi dan target Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kamis (20/8/2026). Pembahasan diarahkan pada upaya mengoptimalkan potensi pendapatan yang dimiliki masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

‎Rapat dipimpin Ketua DPRD Sangihe Denny Roy Tampi, SE, bersama Wakil Ketua I Risal Paul Makagansa dan Wakil Ketua II Marvein Hontong.

Bacaan Lainnya

Dalam pembahasan tersebut, pimpinan DPRD menegaskan bahwa pencapaian PAD membutuhkan keseriusan seluruh OPD. Selain memenuhi target yang telah ditetapkan, setiap perangkat daerah juga diminta aktif mengidentifikasi peluang baru yang dapat menambah sumber penerimaan daerah.

‎Ketua DPRD Sangihe Denny Roy Tampi mengatakan, tanggung jawab meningkatkan PAD tidak boleh hanya dibebankan kepada OPD tertentu. Menurutnya, perangkat daerah yang memiliki kewenangan terhadap sumber-sumber pendapatan harus mampu mengelola dan mengembangkan potensi tersebut secara maksimal.

‎“Setiap OPD harus mengetahui potensi pendapatan yang menjadi kewenangannya dan berupaya maksimal mencapai target PAD yang telah ditetapkan,” ujar Tampi.

‎Ia menambahkan, peningkatan PAD memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas fiskal Kabupaten Kepulauan Sangihe. Karena itu, OPD diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program dan penyerapan anggaran, tetapi juga bertanggung jawab terhadap pencapaian pendapatan daerah.

‎Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Sangihe Risal Paul Makagansa menyoroti sejumlah sektor yang dinilai masih memiliki peluang besar dalam meningkatkan PAD, di antaranya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop) serta Dinas Perhubungan.

‎Makagansa menilai, berdasarkan evaluasi DPRD, potensi pendapatan dari kedua sektor tersebut cukup besar. Namun, target PAD yang ditetapkan dinilai belum sebanding dengan potensi yang tersedia.

‎“Saya minta kepada OPD untuk bekerja dengan serius agar target PAD bisa tercapai. Sesuai evaluasi DPRD, beberapa OPD memiliki potensi pendapatan yang sangat tinggi, tetapi target PAD-nya justru masih kecil,” tegasnya.

‎Ia juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan OPD, terutama perangkat daerah yang tidak mampu memenuhi target PAD. Menurutnya, capaian pendapatan harus menjadi salah satu indikator dalam menilai efektivitas kinerja kepala OPD.

‎“Kalau tidak mampu mencapai PAD dan tidak memiliki kinerja yang baik, perlu dievaluasi. Bahkan, perlu dipertimbangkan apakah jabatannya masih layak dipertahankan atau dicopot,” tandas Makagansa.

‎Di sisi lain, Wakil Ketua II DPRD Sangihe Marvein Hontong menekankan perlunya terobosan dan inovasi dari setiap OPD dalam memperluas sumber pendapatan daerah.

‎Hontong mengatakan, pemerintah daerah tidak boleh terus bergantung pada sumber PAD yang selama ini telah berjalan. OPD harus mampu membaca peluang baru dan mengembangkan potensi yang selama ini belum dimanfaatkan.

‎“Perlu adanya inovasi dalam mencari sumber PAD baru. Jangan hanya berharap pada sumber PAD yang sudah ada. OPD harus jeli melihat peluang dan potensi PAD yang baru,” jelas Hontong.

‎Banggar dalam rapat tersebut turut membahas evaluasi realisasi PAD pada masing-masing OPD. Evaluasi dilakukan dengan melihat perbandingan antara target dan capaian, sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang menyebabkan target pendapatan belum tercapai.

‎Selain itu, OPD didorong memperbaiki pendataan terhadap potensi pendapatan yang belum tergarap, meningkatkan kualitas pelayanan, memperketat pengawasan terhadap sumber penerimaan serta melakukan evaluasi secara rutin.

‎Banggar DPRD Sangihe menilai optimalisasi PAD membutuhkan komitmen dan sinergi antara DPRD dengan pemerintah daerah. Target pendapatan yang ditetapkan harus diikuti langkah konkret dan strategi yang terukur sehingga tidak sekadar menjadi angka dalam dokumen perencanaan.

‎Melalui optimalisasi sumber-sumber PAD di seluruh OPD, DPRD berharap kemampuan fiskal Kabupaten Kepulauan Sangihe semakin meningkat. Dengan demikian, kapasitas keuangan daerah dapat lebih maksimal dalam menopang pembangunan serta peningkatan pelayanan bagi masyarakat.‎(Rinny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *