Patut Diberi Dua Jempol! Penambang Bangun Kampung Ratatotok, Simak Penjelasan Pelaksana Kerja Deddy Rundengan

Caption: Ketua LSM LAKRI Mitra juga pelaksana kerja penambang bangun kampung Ratatotok, Deddy Rundengan (Ist)

MITRA, LacakPos.co.id – Ratusan penambang Ratatotok Minahasa Tenggara (Mitra) Sulawesi Utara (Sulut) memastikan akan membangun infrastruktur jalan dalam lorong menjadi mulus dan licin, berita ini di sampaikan langsung oleh Ketua tim kerja Fadly Suak melalui pelaksana pekerjaan Deddy Rundengan di kediamannya Kamis, (13/8/2026) malam.

Caption: Ilustrasi penambang bangun kampung Ratatotok (Ist)

“Pelaksanaannya akan di mulai pada Sabtu, (15/8/2026) di 9 desa Kecamatan Ratatotok Minahasa Tenggara,” ujar Deddy kepada sejumlah awak media.

Bacaan Lainnya

Lanjut, Deddy Rundengan yang juga sebagai Ketua LSM LAKRI Mitra mengatakan inisiatif penambang bangun kampung Ratatotok berawal dari kumpul-kumpul (kongko-kongko) tokoh masyarakat, LSM dan para ratusan penambang hingga lahirnya gagasan membangun infrastruktur jalan dalam lorong.

Memang pembangunan infrastruktur jalan dalam lorong cukup memprihatinkan kondisinya selain rusak berlubang juga dapat mengganggu keselamatan pengendara sepeda motor maupun mobil.

“Semua berawal dari kumpul-kumpul dan timbulah gagasan positif membangun kampung Ratatotok melalui infrastruktur jalan di dalam lorong. Seperti teman-teman media lihat jalan rusak dan berlubang kini saatnya untuk di aspal hot mix,” sambungnya.

Pelaksanaan jalan dalam lorong yang akan di kerjakan meliputi beberapa titik di antaranya, akses jalan Lakban 14×4, 5 LPA Hotmix, jalan pertigaan Lakban 1×1 Patching, lorong Ci Mei 37×4 LPA Aspal, SD Inpres 28×4 LPA, depan Lapangan Narato 5×4 LPA, Lapangan Narato Tengah 5×4 LPA, Pertigaan perkuburan 81×4 LPA, Pertigaan penjual daging 3×2 Patching.

“Ada 8 titik jalan yang nantinya di kerjakan secara profesional,” kata Deddy yang akrab dengan media.

Terkait anggaran lanjut Deddy Rundengan ada di sekisaran Rp 1,2 Miliar (dana sementara) bahkan bisa bertambah dari dana sebelumnya.

Pada intinya ini semua perhatian dan kepedulian penambang bangun kampung Ratatotok berawal melalui infrastruktur jalan dalam lorong.

“Jadi Peru di ketahui oleh teman-teman pers ini adalah wujud dan kepedulian para penambang untuk membangun kampung,” tukasnya. (kix)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *