Wali Kota Andrei Angouw Paparkan Strategi Manado Tarik Investor, Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,77 Persen

Caption: Wali Kota Andrei Angouw ( posisi, tenga) Paparkan Strategi Manado Tarik Investor, Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,77 Persen. (Ist)

MANADO, LacakPos.co.id – Wali Kota Manado, Andrei Angouw, memaparkan berbagai capaian dan strategi Pemerintah Kota Manado dalam memperkuat iklim investasi serta mempercepat kemudahan berusaha di daerah, Kamis  (6/8/2026).

Paparan tersebut disampaikan saat Andrei Angouw menghadiri sekaligus menjadi nomine dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan berlangsung di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Manado didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Manado, M. Sofyan, A.P., M.Si.

Di hadapan tim penilai, Andrei memaparkan capaian penyelenggaraan PTSP sekaligus berbagai langkah strategis yang dilakukan Pemkot Manado untuk mempercepat pelaksanaan berusaha sepanjang tahun 2026.

Salah satu poin yang disampaikan adalah kondisi perekonomian Kota Manado yang dinilai menunjukkan ketahanan kuat selama periode 2021-2025.

Pertumbuhan ekonomi Manado secara konsisten berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara maupun nasional.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Manado tercatat meningkat dari 5,53 persen menjadi 5,77 persen. Menurut pemerintah kota, angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Di hadapan tim penilai, Andrei juga memaparkan sejumlah kebijakan yang ditempuh pemerintah kota untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Kebijakan tersebut antara lain menjaga keamanan dan kenyamanan kota, meningkatkan daya beli masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan subsidi yang tepat sasaran, memperluas pasar melalui peningkatan konektivitas antardaerah serta pengembangan sektor pariwisata.

Selain itu, Pemkot Manado terus memperkuat sistem pelayanan perizinan agar semakin efisien, transparan dan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.

Namun, bagi Andrei, pembangunan infrastruktur dan kemudahan perizinan saja belum cukup untuk menarik investor.

Menurutnya, keberadaan pasar dan kemampuan daya beli masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat.

“Sebaik apa pun infrastruktur, perizinan, dan investasi, tetapi kalau daya beli masyarakat rendah dan tidak tersedia market, maka tidak mungkin investor akan masuk ke kota kita,” kata Andrei.

Karena itu, strategi investasi menurutnya harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Ketika daya beli meningkat dan pasar tersedia, peluang investasi untuk tumbuh juga semakin besar.

Dalam presentasi tersebut, Andrei kemudian memaparkan profil DPMPTSP Kota Manado, mulai dari aspek kelembagaan, inovasi pelayanan, transformasi digital hingga berbagai langkah peningkatan kualitas pelayanan publik.

Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan pelayanan perizinan yang semakin mudah, cepat, transparan dan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Pemkot Manado berharap penguatan PTSP, transformasi digital serta kebijakan yang mendukung daya beli dan perluasan pasar dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Kota Manado. (*/Butje)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *