Monitoring dan Evaluasi TKD Tambahan, Staf Khusus Mendagri Apresiasi Percepatan Pemulihan Pascabencana di Tanah Datar

Foto : Monitoring dan Evaluasi TKD Tambahan, Staf Khusus Mendagri Apresiasi Percepatan Pemulihan Pascabencana di Tanah Datar/Dok. Prokopim

TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi ke Kabupaten Tanah Datar untuk meninjau pelaksanaan pemulihan pascabencana, khususnya pemanfaatan Tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari arahan Kementerian Dalam Negeri dalam memastikan proses pemulihan di daerah terdampak bencana berjalan efektif, sekaligus memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

“Kami datang atas arahan Kementerian Dalam Negeri untuk turun langsung ke daerah dalam rangka memonitor sekaligus memfasilitasi pelaksanaan penggunaan Tambahan Dana Transfer ke Daerah. Karena kita tahu pasca bencana, proses pemulihan membutuhkan tenaga, pendanaan, dan waktu yang relatif besar sehingga perlu mendapat perhatian bersama,” ujar Kastorius Sinaga di Indojolito Batusangkar Rabu, (22/7/2026).

Kastorius juga apresiasi terhadap capaian Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Dia menyebut, berdasarkan data pada dasbor Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pusat, Tanah Datar menjadi salah satu daerah yang menunjukkan progres pemulihan tercepat di antara kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatera Barat.

“Kalau kami melihat dari dasbor Satgas PRR Pusat, Tanah Datar merupakan salah satu daerah yang pemulihannya berlangsung paling cepat dibandingkan beberapa kabupaten dan kota terdampak bencana lainnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari 13 indikator utama pemulihan yang ditetapkan Satgas PRR beserta 38 subindikator penilaian, Kabupaten Tanah Datar menunjukkan capaian yang relatif sangat baik, terutama pada aspek pemulihan infrastruktur dan sektor pertanian.

“Pemulihan infrastruktur di Tanah Datar berlangsung cepat, tepat, serta memiliki skala prioritas yang jelas untuk mencegah keterisolasian wilayah. Selain itu, Tanah Datar juga menjadi salah satu daerah tercepat dalam memulihkan lahan pertanian, khususnya areal persawahan, infrastruktur yang dibangun pun menunjukkan kualitas yang baik,” jelasnya.

Labih lanjut, keberhasilan Tanah Datar juga patut diapresiasi mengingat Kabupaten Tanah Datar merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Selain berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, Tanah Datar juga menghadapi ancaman bencana vulkanologi akibat aktivitas Gunung Marapi.

Sebelumnya Bupati Tanah Datar Eka Putra menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanah Datar yang bertindak sebagai pelaksana Transfer Keuangan Daerah Tambahan untuk pembangunan pasca bencana agar melaksanakan kegiatan sesuai aturan dan peraturan yang ditetapkan.

“Saya minta kepada OPD terkait untuk mempedomani aturan dan peraturan yang berlaku dalam melaksanakan pembangunan TKD Tambahan ini, dan memanfaatkan pendampingan dari Kejari Tanah Datar agar kemudian hari tidak akan berurusan dengan penegak hukum,” pesan Eka Putra.

Seperti diketahui bersama, tambah Bupati, Wilayah di Kabupaten Tanah Datar mengalami bencana dalam 3 tahun terakhir, mulai dari 11 Mei 2024 bencana banjir bandang dan longsor di picu cuaca ekstrim dan erupsi gunung marapi. Kemudian akhir 2025 dan awal 2026 kembali cuaca ekstrim akibatkan banjir dan longsor.

“Karena itu Kami menyampaikan terima kasih kepada presiden, Mendagri, Provinsi dan pihak terkait lainnya sehingga Kabupaten Tanah Datar memperoleh TKD Tambahan untuk pembangunan Pascabencana tersebut,” ungkapnya. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *