Pemerintah Desa Tallung Tondok, Rembuk Stunting,

Caption: Kepala Desa Tallung Tondok ,Nasri Sapa bersama Camat Malua , Arsyad Sudading,Saat sebagai Pembicara Dalam Kegiatan ini. (Foto: Andi Nasruddin/LacakPos)

ENREKANG, LacakPos.co.id – Pemerintah Desa Tallung Tondok, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, menggelar Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya mempercepat pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum bersama untuk membahas kondisi stunting di desa, mengidentifikasi penyebabnya, serta menyusun langkah-langkah strategis yang akan menjadi rekomendasi dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Tallung Tondok, Nasri Sapa, mengatakan penanganan stunting merupakan program prioritas nasional yang memerlukan komitmen dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, melalui rembuk stunting seluruh pihak dapat berdiskusi, mengevaluasi, dan menyepakati program pencegahan serta penanganan stunting yang efektif dan sesuai dengan kondisi desa.

“Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara kader Posyandu, bidan desa, TP PKK, hingga keluarga agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Nasri juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan sebagai solusi nyata dalam menekan angka stunting di Desa Tallung Tondok.

Sementara itu, Camat Malua, Arsyad Sudading, menegaskan bahwa rembuk stunting merupakan bagian dari tahapan penyusunan RKP Desa sekaligus amanat pemerintah pusat dan daerah agar penggunaan dana desa diprioritaskan untuk penanganan stunting.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menghimpun data dan informasi mengenai kondisi stunting di desa, mengidentifikasi akar permasalahan, merumuskan solusi dan bentuk intervensi yang tepat, serta menyusun rencana aksi konvergensi pencegahan dan penanganan stunting.

Selain itu, rembuk stunting juga diharapkan mampu meningkatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, tokoh masyarakat hingga warga.

“Melalui rembuk ini kita dapat mengetahui berbagai persoalan terkait stunting sehingga dapat melahirkan rekomendasi yang menjadi acuan dalam upaya penanganan stunting di wilayah kita,” katanya.

Kegiatan yang dipandu Sekretaris Desa Tallung Tondok tersebut dihadiri Camat Malua Arsyad Sudading, Kepala Desa Nasri Sapa, Ketua BPD, Kepala Puskesmas Malua, bidan desa, kader kesehatan, Bhabinkamtibmas, TP PKK Desa Tallung Tondok, tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, tokoh masyarakat, serta puluhan warga.

Rembuk Stunting ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab sebagai wadah penyampaian masukan dari peserta guna memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting di Desa Tallung Tondok. (atta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *