TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Upaya pemberdayaan perempuan terus digencarkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tanah Datar. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) II, organisasi ini menginisiasi pelatihan menjahit untuk memperkuat kapasitas kader hingga ke tingkat nagari. Kegiatan resmi dibuka Ketua TP-PKK Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, SE, pada Sabtu (22/11/2025) di Gedung Promosi Daerah, Batusangkar.
Dalam sambutannya, Ny. Lise menegaskan bahwa pelatihan ini lebih dari sekadar kegiatan teknis. Menurutnya, keterampilan menjahit merupakan bekal untuk membangun kemandirian ekonomi perempuan. “Menjahit bukan hanya soal pola dan kain. Ini adalah investasi pengetahuan. Keterampilan yang akan terus hidup dan tidak bisa diambil dari siapa pun,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan pasar terhadap produk jahitan sangat besar, mulai dari pakaian sehari-hari hingga produk berbasis UMKM. Dari seragam sekolah, pakaian adat, hingga pesanan khusus bernilai komersial. “Apabila potensi tersebut dikelola dengan serius, kontribusinya terhadap ekonomi keluarga dan daerah akan sangat besar,” kata Ny. Lise.
Ketua TP-PKK itu berharap pelatihan ini menjadi titik awal tumbuhnya sentra produksi di rumah-rumah warga. TP-PKK diharapkan tidak hanya menjadi organisasi sosial, tetapi juga wadah inkubasi usaha perempuan yang produktif dan berdaya saing.
Sebelumnya, Ketua Bidang II TP-PKK Tanah Datar, Ny. Ani Abdurrahman Hadi menjelaskan pelatihan diselenggarakan dalam empat angkatan. Angkatan pertama diikuti 37 peserta pada 22 November 2025, angkatan kedua 37 peserta pada 24 November 2025, angkatan ketiga 36 peserta pada 8 Desember 2025, dan angkatan keempat 36 peserta pada 9 Desember 2025. Total peserta mencapai 150 orang yang terdiri dari pengurus TP-PKK Kabupaten, ketua TP-PKK kecamatan dan nagari, sekretariat serta tim kreatif.
Sebagai narasumber, Elyzawati—owner Refan House—mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap produktivitas. Ia menyampaikan bahwa perempuan harus mampu menghasilkan karya untuk dirinya sendiri sekaligus masyarakat sekitar. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ny. Lise Eka Putra atas kreativitas dan inovasinya dalam menggerakkan kader PKK.
Selain keterampilan menjahit, Elyzawati turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan. Menurutnya, menanam sayuran seperti tomat atau cabai dapat membantu mengurangi biaya rumah tangga sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Melalui pelatihan ini, TP-PKK Tanah Datar berharap lahir perempuan-perempuan tangguh yang tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat di berbagai lini.(**)






