Hadiri Puncak Milad Aisyiyah, Bupati Sangihe: Apresiasi Peran Perempuan Dalam Ketahanan Pangan

Caption: Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari,( ketiga dari kiri) bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Cherry Thungari Soeyoenus. Wakil Bupati (posisi kiri). (Ist)

SANGIHE – LACAKPOS.CO.ID Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Cherry Thungari Soeyoenus, menghadiri acara puncak Milad Aisyiyah yang digelar di Masjid Khalid bin Walid Al-Awal, Moronge, Selasa (03/06/2025).

Perayaan Milad Aisyiyah tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional”. Tema ini mencerminkan komitmen Aisyiyah dalam memperkuat peran perempuan, khususnya di tingkat desa, dalam mewujudkan kemandirian pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.

Bacaan Lainnya
Caption: Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, saat memberikan sambutan. (ist)

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Aisyiyah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Peran perempuan Aisyiyah di Sangihe sangat terasa. Program-program mereka telah membantu membangun masyarakat yang beriman, beradab, dan berkemajuan,” ujar Thungari.

Ia juga menegaskan bahwa perempuan Aisyiyah adalah benteng kuat, baik dalam keluarga maupun organisasi. “Terima kasih kepada seluruh perempuan Aisyiyah yang terus menghadirkan program-program terbaik, khususnya dalam bidang ketahanan pangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Thungari mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin antara Aisyiyah dan Pemerintah Daerah dalam membangun Kabupaten Sangihe ke arah yang lebih baik. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan ukhuwah antarumat beragama.

“Mari kita terus perkuat persaudaraan, mempererat ukhuwah antarumat beragama demi menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.

Puncak Milad Aisyiyah ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat dakwah, baik secara lokal maupun universal, serta memperluas peran Aisyiyah dalam misi kemanusiaan yang telah menjadi ciri khas organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut.
(Rinny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *