Pentahbisan Gedung Gereja Baru Jemaat Ekklesia Kao, Staf Ahli Bupati Halut: Ini Perjuangan Yang Tak Mudah

Bupati Halamahera Utara Ir Frans Maneri yang di wakili oleh Ir. Valentino Leiwakabessi, MMA - Staf Ahli mengunting pita peresmian gereja (Fransisco/lacakpos)

HALUT – LACAKPOS.CO.ID Bupati Halamahera Utara Ir Frans Maneri yang di wakili oleh Ir. Valentino Leiwakabessi, MMA – Staf Ahli di dampingi Camat kao Dedi H. Mayoru, S.Pd., M.Pd Menghadiri acara Pentahbisan Gedung Gereja Baru Jemaat Ekklesia Kao bertempat di Desa Goruang,  Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara pada Rabu (20 /11/2024 )sekitar pukul 09.40 wit.

Ketua BPHS GMIH oleh Pdt. Anselmus Puasa, M.Th, dalam sambutannya menyampaikan Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa di saat ini kita bersama-sama hadir dalam Penthabisan Gedung GMIH Jemaat Ekklesia Kao, sebagai manusia kita berpikir ini sangatlah tidak mungkin namun berkat campur tangan Tuhan segala perjuangan kerja keras kita dapat terlaksana.

Suasana Pentahbisan Gedung Gereja Baru Jemaat Ekklesia Kao bertempat di Desa Goruang (Fransisco/lacakpos)

“Memang dalam pembangunan Gereja membutuhkan kerja sama saling menopang untuk itu biarlah dengan Gedung Gereja yang megah ini kita juga sebagai warga Jemaat harus membuka hati untuk semua orang, menjaga toleransi dan kedamaian antar sesama,” ucapnya.

“ Di momen saat ini, kita sementara dalam proses Pilkada, Gereja tidak melarang umatnya untuk berpolitik namun dengan berbeda pilihan kita berharap tidak menjadi suatu perselisihan ataupun perpecahan dalam kerukunan kita tetapi mari kita menjadi orang yang bisa memberikan kedamaian antar sesama,” ungkapnya.

Bupati Halmahera Utara yang diwakili oleh staf ahli Ir. Valentino Lewakabessi, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam membangun Gedung Gereja ini merupakan satu perjuangan yang tidak mudah, untuk itu pemerintah daerah kami memberikan apresiasi kepada Jemaat Ekklesia Kao atas dedikasinya sampai saat diresmikan.

” Gunakanlah Gedung Gereja yang baru dengan hati yang baru kiranya berkat-berkat dari Tuhan akan semakin bertambah,”sebutnya.

“Dalam membangun Gedung Gereja ini bukanlah kerja individu melainkan saling kerjasama Jemaat, pemerintah dan pihak terkait lainnya, untuk itu tingkatkan kerjasama saling menopang antara sesama serta tingkatkan sinergitas dengan umat agar terciptanya kerukunan umat beragama,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Laporan ketua panitia Hubert Alexander Soentpiet, yang intinya menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Gereja Baru Jemaat Ekklesia Kao ini selama 6 tahun. Pembangunan ini tidak terlepas dari berbagai pihak dari jemaat dan para donatur.

“Kami selaku panitia menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintahan kecamatan dan kabupaten yang sedianya telah hadir dalam undangan kami,” tutupnya. (Fransisco)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *