SAMPANG – LACAKPOS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar shalat Idul Adha 1445 di area Pendopo Trunojoyo, Senin (17/6/2024).
Di lokasi shoft depan nampak Sekdakab Sampang, H. Yuliadi Setiawan, Dandim 0828 Letkol CZI Suprobo Harjo Subroto berbaur beserta ribuan jemaah sholat idhul adha dan kali ini tanpa kehadiran Pj. Bupati Sampang, Rudi Arifianto

Ditunjuk selaku Imam sekaligus Hotib Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) KH. Abdul Hamid.
Dalam. Khutbahnya, KH Abdul Hamid menyampaikan hikmah dan makna dari qurban dan berhaji di bulan Dzulhijjah yang diharapkan seluruh Umat Muhammad SAW menghindari dari perbuatan buruk dan kita berusaha menyingkirkan hal-hal yang dapat menghalangi upaya mendekatkan diri kita pada Allah SWT.
Dan katanya, inilah sejatinya makna terpenting ‘Idul Qurban, yakni tumbuhnya sikap kesediaan berqurban dalam kontek sosial yang lebih luas yakni kapan dan di mana pun kita berada rela memberikan pengorbanan yang tulus demi kemaslahatan ummah.
Selanjutnya kata KH. Abdul Hamid, salah satu sejarah penting yang berhubungan dengan perayaan hari raya Idul Adha, adalah sejarah tentang ketegaran jiwa Nabi Ismail, saat mendapatkan ujian dari Allah, berupa menjadikan dirinya sebagai qurban untuk disembelih dan sebagai bukti keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
H. Yuliadi Setiyawan, saat memberikan sambutan di hadapan jemaah mengajak seluruh masyarakat agar hendaknya momentum hari raya Idul Adha menjadikan kita lebih menanamkan kepedulian terhadap orang yang kurang mampu dengan berkurban.
“Momentum yang tepat mengasah keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap sesama, dengan menyisihkan sebagian rejeki untuk diberikan pada saudara yang kurang mampu”, tutupnya
Setelah melaksanakan sholat idhul adha Sekda Kabupaten, H. Yuliadi Setiawan didampingi Dandim 0828 Letkol CZI Suprobo Harjo Subroto menggelar open house bersama warga masyarakat untuk saling bersilaturrahmi dan sekaligus dilakukan penyerahan hewan qurban.
Sejumlah 8 ekor kambing dan 8 ekor sapi yang diserahkan ke berbagai Pondok Pesantren dan Takmir Mesjid merupakan hasil sumbangan dari BUMD dan pihak swasta.
(Abd)








