Sukses Tanam Ratusan Pohon Mangrove di Desa Tiwoho Minut, Alue Dohong Ajak Wartawan Menanam Pohon

Wamen Alue Dohong melaksanakan penanaman mangrove di Desa Tiwoho Kabupaten Minut.(Foto:Franky Supit/Lacakpos)
Wamen Alue Dohong melaksanakan penanaman mangrove di Desa Tiwoho Kabupaten Minut.(Foto:Franky Supit/Lacakpos.co.id)

MINUT — LACAKPOS.CO.ID – Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK)RI Alue Dohong SE.MSc.PhD bersama rombongan sukses menanam ratusan pohon mangrove di pesisir pantai Desa Tiwoho Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara.

Penanaman mangrove berkaitan dengan hari lahan basah sedunia yang di peringati setiap tanggal 2 Februari dan di ikuti penanaman serentak di Indonesia termasuk di desa Tiwoho Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara.

Pantauan awak media Lacakpos di lapangan Wamen Alue Dohong beserta jajaran Balai Kementerian LHK di Sulawesi Utara turun langsung menanam pohon Mangrove.

Saat di wawancarai sejumlah awak media Alue Dohong menjelaskan penanaman pohon serentak di Indonesia dalam rangka hari lahan basah sedunia, dan ini sudah yang ke tiga kalinya di laksanakan di Indonesia.

” Penanaman pohon serentak di Indonesia pertama di lakukan di Jakarta di pimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dan penanaman ke dua di Banten nah yang kemudian ke tiga ini di ikuti oleh seluruh daerah masing-masing di tiap provinsi, ” ungkap Alue Dohong kepada awak media di sela-sela jumpa pers di Desa Tiwoho Rabu (7/2/2024).

Lanjut di jelaskan Wamen Alue Dohong pemerintah terus mendorong sekaligus mengakselerasi penanaman pohon Mangrove di seluruh Indonesia bersama komponen Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota tokoh masyarakat,LSM,TNI,Polri,masyarakat juga wartawan ,terkecuali kalau tidak ada lahan Mangrovenya ya terpaksa kita akan tanami gambut.

Inilah yang kita laksanakan penanaman pohon Mangrove serentak di Indonesia dalam rangkaian memperingati hari lahan basah sedunia.

” Pemerintah terus mendorong serta mengakselerasi penanaman Mangrove di seluruh Indonesia,kecuali bila tidak ada lahan untuk di tanami,tentu kita akan tanam gambut, ” serunya.

Kata Wamen melanjutkan Indonesia memiliki Mangrove seluas 3.36 juta hektar namun di akuinya sekira 40 persen Mangrove kita mengalami degradasi nah kenapa demikian hal ini dikarenakan adanya konversi sebut saja adanya tambak-tambak,melakukan kegiatan arang dan seterusnya sehingga semua ini imbasnya terdegradasi tumbuhan mangrove yang ada.

Oleh sebab itu pemerintah mengambil langkah dengan melakukan rehabilitasi penanaman kembali pohon mangrove dari imbas konversi tersebut.

” Iya kita memiliki lahan mangrove seluas 3.36 juta hektar namun 40 persen mengalami degradasi akibat konversi yang ada.Tidak ada kata lain pemerintah mengambil langkah dengan cara menanam kembali pohon mangrove di setiap lahan di seluruh Indonesia, ” sebut Wamen Alue Dohong.

Penanaman kembali pohon mangrove selain kita harus menjaga dengan baik ekosistemnya mangrove juga banyak menyimpan karbon yang luar biasa mangrove juga mempunyai karbondioksida,serta ekosistemnya berdampak pada setiap ikan yang ada.

” Jadi mangrove ini sangat banyak keuntungannya oleh sebab itu habitat ekosistemnya perlu kita jaga dengan sebaik-baiknya, ” ujarnya.

Jurnalis juga harus ikut terlibat menanam pohon tanpa meninggalkan profesinya sebagai corong dari masyarakat.

” Ayoo teman-teman jurnalis kedepan nantinya bersama-sama ikut menanam pohon, ” ajak Wamen Alue Dohong.

Turut hadir penanaman pohon mangrove di Desa Tiwoho Kadis Kehutanan Daerah Sulut Jimmy Ringkuangan, Kadis Kehutanan Kabupaten Minut,seluruh Kepala Balai Kementerian LHK di Sulut TNI/Polri,unsur Kecamatan Wori,tokoh agama,tokoh masyarakat,aktivis lingkungan hidup,LSM,Kepala Desa Tiwoho,jurnalis dan masyarakat setempat.(kix)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *