SAWAHLUNTO – LACAKPOS.CO.ID – Diawali lobang kecil, yang terjadi pada akses pintu masuk komplek Rusunawa yang berada di wilayah Kelurahan Durian 2 Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, saat ini sudah membesar dan bisa menelan korban.
Parah !! diawali pada hari Jumat 19 Januari 2024, lobang yang kurang lebih sebulan, menganga tersebut, sangat meresahkan penghuni rusunawa apalagi para pemilik roda empat harus rela parkir diluar,bagi yang tidak dapat keluar harus rela terkurung didalam komplek dan harus rela pergi kerja menggunakan jasa ojek untuk kekantor.
Namun pada Hari Sabtu ini, keresahan warga tidak berkepanjangan, warga penghuni telah merasa bahwa mereka bukan hanya sebatas penyewa saja, rusunawa sudah dianggap kampung dan tempat mereka berteduh, rasa terpanggil dan rasa memiliki tampa, diminta warga hunian rusunawa pun bahu membahu ikut terjun untuk bergotong royong memperbaiki jembatan yang hampir tak bisa dilewati karena lobang dan dipinggiran jembatan tersebut sudah semangkin melebar dan menyebabkan beberapa kendaraan roda empat harus rela parkir diluar, karena sudah ada beberapa kendaraan roda empat terperosok dalam lobang.
Kepala UPTD Rusunawa, Jafriwan.SH.MM, yang didampingi Kasubag.Tu.Nelvi Yanti.SE.MM, Kepada awak media saat ditemui dikantor UPTD Rusunawa, mengatakan, “insyaallah dibulan Februari jembatan ini akan dikerjakan, dan pihak PUPR sudah melakukan survei sekaligus anggarannya, “ujar Jafriwan.
Ditempat terpisah Kadis DPKP2LH Adrius Putra melalui pesan singkatnya, menegaskan, “secepatnya diperbaiki secara permanent oleh PUPR dengan anggaran yang ada, “ungkap Adriyus Putra .
Kronologis keberadaan jembatan rusunawa.
Keberadaan jembatan ini, sebenarnya bukan sebuah jembatan seperti lajimnya jembatan lainnya, sebelum ada nya perumahan rusunawa ,lokasi disini adalah tempat aktifitas tambang batubara yang dikenal dengan tambang rakyat (TR) ilegal dengan sistim lobang tikus, ada beberapa lobang diarea komplek rusunawa sampai lokasi tersebut ditutup pihak pemerintahan Kota Sawahlunto, dimana untuk akses keluar masuk kendaraan pengangkut batubara para penambang memasang kayu ram untuk menutup parit lalu ditimbun dan akhirnya jadilah sebuah jembatan darurat, hanya sangat disayangi, pada saat pembangunan rusunawa, jembatan ini tidak termasuk satu paket, alhasil menjadi jembatan abadi yang dinikmati sampai saat ini, yah !! mudahan pihak PUPR akan dapat menciptakan sebuah jembatan permanent untuk dapat menciptakan rasa nyaman bagi warfa penghuni rusunawa yang memiliki 196 KK.
(Yanto)





