Kunjungan Ustadz Abdul Somad Ke Kawasan Seribu Rumah Gadang Di Dampingi Bupati Dan Wakil Bupati Solok Selatan.

Di Rumah Gadang Gajah Maram Dikawasan Seribu Rumah Gadang SRG Di Sungai Pagu Solok Selatan Labuh,Tengah Ustadz UAS Kanan H Khairunas Bupati Solok Selatan dan kiri H Yulian Evi Wakil Bupati Solok Selatan. (Poto-Lacakpos)

SOLOK SELATAN – LACAKPOS.CO.ID – Dalam rangka Perlombaan MTQ tingkat Nasional provinsi Sumbar Bupati H Khairunnas mengundang Kiyai Kondang H Abdul Somad ( UAS)

UAS di Rumah Gadang Serambi Solok Selatan (poto-Lacakpos)

Dalam kondisi hujan lebat namun warga alam Surambi Sungai Pagu muaralabuh ratusan menunggu kehadiran putra provinsi Riau tersebut tanpa lelah dan purus asa bahkan sebaliknya sampai kiyai UAS datang .

Kehadirannya itu beserta rombongan Pemda Solok Selatan dinanti dengan seni budaya asli alam Surambi beserta tokoh adat , Bundo Kanduang,serta pemuda parik nagari wali jorong , Wali nagari,camat Ibrahim sungai Pagu dan unsur muspika lainya.

UAS di Rumah Gadang Alam Serambi Solok Selatan (poto:Lacakpos)

Di tengah helatan ramai Kiyai UAS mengatakan bahwa sy sampai saat ini telah berkunjung hampir keseluruh pelosok dunia berbasis Adat akan tetapi jujur saya mengakuinya Wisata kampung Adat SRG Solok Selatan Sumatra Barat lah yang Sangat sangat mengharukan dan titik-titik kepuasan berkunjung ke alam wisata baru disini dikawasan ini saya menyatakan sejuk indah haru dan puas serta bangga bisa menginjakkan kaki ke wilayah kerajaan alam Surambi yang terkenal dengan seribu rumah gadang seribu sungai, hal senada kata bupati H Khairunnas meminta agar kiyai UAS sering datang jangan sungkan dengan senyuman.

UAS Dengan Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan di Rumah Gadang Alam Serambi

Sebelum UAS meninggalkan srb UAS berpesan agar pengayom kawasan SRG ini selalu kompak dan menjaganya sungguh sungguh demi mewari ke anak cucu kelak dan tetap dikenali dunia wisata ‘ pungkasnya.

Bupati H Khairunnas detik melangkahi kaki dari ruangan rumah bergonjong ini mengatakan ditujukan kepada camat Ibrahim dan Mas camaik bahwa bagaimanapun kondisi melanda yg warisan SRG ini tetap kita rawat dan mari kita bersama sama menjaganya demi generasi berikutnya sampai akhir zaman” mengakhiri. ( D/H)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *