MINSEL – LACAKPOS.CO.ID – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, SH., membuka kegiatan pelatihan pengelolaan usaha homestay / pondok wisata, di Hotel Sutanraja, Amurang, Rabu (4/10).
Sesuai jadwal, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai Rabu, 4 oktober 2023 sampai 6 oktober 2023, setelah kegiatan semua peserta pelatihan akan mengunjungi Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara karena desa tersebut adalah desa yang memiliki kriteria dalam pengelola homestay.
Pemkab Minsel berupaya mengembangkan dan meningkatkan pelaku usaha homestay/pondok wisata menjadi salah satu pendorong ekonomi minahasa selatan di sektor pariwisata dan ekonomi Kreatif, Homestay/pondok wisata merupakan jenis akomodasi atau fasilitas penginapan yang memiliki karakteristik unik sesuai dengan budaya atau karakter lokal yang disediakan untuk para wisatawan.
Kegiatan ini sangat sejalan dengan misi Pemkab Minsel yaitu, meningkatkan sumber daya nanusia yang sehat dan berdaya saing serta mewujudkan kemandirian ekonomi melalui sektor agribisnis dan pariwisata,
Untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Minsel, maka diperlukan pengembangan kemampuan dalam mengelola usaha homestay/pondok usaha ini,
Baik dalam hal perizinan dan regulasi, pemilihan lokasi yang tepat, perawatan properti, manajemen keuangan, teknik pemasaran, keamanan dan kebersihan serta evaluasi dan pengembangan untuk kepuasan wisatawan.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber yaitu Sekretaris Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado, yang juga sebagai pembina homestay/pondok wisata Minahasa Utara Ibu Margaretha Warokka, SE, MBA.,
Juga Kepala Program Studi Global Tourism Management Politeknik Negeri Manado yang juga sebagai pembina homestay/pondok wisata Minut Ibu Riana Rondonuwu, MM.
Sementara itu Bupati Wongkar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan seperti ini yang dilaksanakan oleh Dinas Parawisata Minsel bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, agar Minsel dapat maju dan berkembang dalam bidang parawisata khususnya dalam pengelolaan homestay.
Bupati menambahkan bahwa pelaksanaan pelatihan pelatihan seperti ini adalah satu dukungan dari pemerintah kepada masyarakat,
“Kepada para peserta diingatkan dalam pengelolaan homestay juga harus memiliki standarisasi pelayanan yaitu kebersihan, kenyamanan, dan keamanan. gunakanlah jaringan pemasaran lewat media sosial agar kita dapat menggunakan media sosial dengan hal yang positif,” ujar Bupati.
Kegiatan tersebut di hadiri oleh para peserta pelaku pariwisata usaha homestay/pondok wisata, Kepala Dinas Pariwisata bersama jajaran serta staf khusus Bupati.(*/eka)






