Halal Bihalal di Masjid Al-Ikhlas Molinow Jadi Simbol Persatuan Antar Umat

Caption: Momentum Halal Bihalal di Masjid Al-Ikhlas, Desa Molinow, Kecamatan Tenga. (Ist)

MINSEL, LacakPos.co.id Momentum Halal Bihalal di Masjid Al-Ikhlas, Desa Molinow, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, pada Minggu (19/04/2026), berlangsung penuh makna dan kebersamaan. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mencerminkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para pendahulu.

Halal bihalal sendiri berasal dari kata Arab “halla” yang bermakna menyelesaikan persoalan atau mencairkan hubungan yang sempat kaku. Tradisi ini umumnya menjadi ajang silaturahmi untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, serta menghapus rasa dendam dan perasaan negatif di antara sesama.

Bacaan Lainnya

Dalam praktiknya, halal bihalal menghadirkan berbagai kegiatan seperti berjabat tangan, saling bermaafan, ramah tamah, hingga makan bersama. Momen ini menjadi ruang untuk memperbaiki hubungan yang renggang sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Secara historis, tradisi halal bihalal telah dikenal sejak masa pemerintahan Mangkunegara I atau Pangeran Sambernyawa pada abad ke-18. Seiring waktu, tradisi ini berkembang luas dan menjadi bagian dari budaya umat Muslim setelah Hari Raya Idul Fitri, bahkan memiliki nilai sebagai pemersatu bangsa.

Ketua panitia, Marwan DG Palallo, menjelaskan bahwa saat ini halal bihalal tidak hanya dilakukan dalam lingkup keluarga, tetapi juga melibatkan instansi, komunitas, serta jamaah dari berbagai daerah.

“Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi, meningkatkan rasa kasih sayang, serta memperluas jaringan sosial dan kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa halal bihalal membawa banyak manfaat, mulai dari memperkuat hubungan antarindividu, menjaga keharmonisan, hingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Sementara itu, Sekretaris panitia, Muhammad Fadel Natunggele, menyampaikan bahwa tradisi halal bihalal menjadi bukti kuatnya nilai kebersamaan di Desa Molinow.

“Tradisi ini menunjukkan bagaimana masyarakat mampu menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama, meskipun perkembangan zaman terus berjalan,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan seluruh jamaah Masjid Al-Ikhlas yang bekerja sama menyukseskan acara dengan penuh semangat kebersamaan.
(Eka Putra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *