MINUT – LACAKPOS.CO.ID – Dipastikan nilai pagu untuk satuan kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasionl(BPJN)Sulut pada tahun 2024 berkisar 528 miliar.
Hal ini di sampaikan langsung Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio di hadapan sejumlah awak media dalam pertemuan rutin di aula lantai empat pada Senin (11/9).
Lanjut,kata Hendro sebenarnya hal ini belum bisa untuk di beberkan pada pertemuan namun karena ada dua oknum wartawan yang desak maka secara terang benderang pihaknya membuka pagu untuk tahun 2024.
” Nilai pagu untuk BPJN Sulut pada tahun 2024 sebesar 528 miliar.Memang di bandingkan tahun sebelumnya ini ada penurunan jauh, ” sebut Kabalai Hendro kepada awak media di ruang Aula Senin(11/9).
Sambungnya,penurunan pagu bukan hanya di BPJN Sulut saja melainkan semua Balai yang ada di bawah naungan Kementerian PUPR RI.
” Iya semua yang ada di bawah Kementerian PUPR RI khususnya Dirjen Bina Marga itu pagunya ada penurunan termasuk juga BPJN Sulut, ” sebut Hendro yang turut di dampingi Kasatker Wilayah 1 Yulianti Manu,Kasatker Wilayah 2 Indra Gunawan di wakili Steven Dotulong,Kasatker Wilayah 3 Okto Silitonga dan Kasubag TU Djenry Wongkar.
Penurunan pagu tahun 2024 kata Hendro di karenakan adanya refocusing untuk pembangunan Ibu Kota Negara(IKN)Baru di Kalimantan Timur yang pekerjaannya on going.
Nah itulah salah satu penyebab berkurangnya pagu BPJN Sulut pada tahun 2024 hingga terjadi penurunan yang cukup sangat jauh di banding tahun sebelumnya.
” Nilai pagu senilai 528 miliar itu di luar Inpres Jalan Daerah(IJD).Kan ini pagu induk BPJN di luar anggaran IJD yang ada, ” ungkap Kabalai Hendro.
Anggaran IJD itu kan ada pada ranah KemenKeu RI pihaknya tinggal menunggu saja saat keluar anggarannya maka BPJN akan tindak lanjutinya untuk pekerjaan IJD ini.
Di katakan Hendro khusus IJD tetap akan di tindak lanjuti dalam pekerjaannya bahkan tahun depan pekerjaan tetap di laksanakan ketika anggarannya sudah ada.
” Iya Inpres Janda tahun depan pihaknya akan melaksanakan pekerjaan apa bila anggaran KemenKeu telah terealisasi pasti di kerjakan, ” ujar Hendro.
Terkait ruas jalan yang ada di satuan kerja Wilayah PJN 1 Hendro memastikan akan segera terselesaikan pada tahun ini.
” Untuk pekerjaan yang ada di Wilayah 1 PJN pihaknya sering banyak turun ke lokasi dan berharap dapat terselesaikan dengan baik, ” tukas Kabalai Hendro yang di iyakan Kasatker Wilayah 1 Yulianti Manu.
Begitu juga yang ada di Wilayah 2 PJN pihaknya terus menerus melaksanakan pekerjaan khususnya yang terdampak longsor di ruas jalan Komangaan dengan buka tutup.
” Sampai sekarang pihaknya masih melakukan pekerjaan akibat longsor di ruas jalan Komangaan Kabupaten Bolaang Mongondow(Bolmong), ” terang Hendro.
Sementara itu Kasatker Wilayah 3 PJN Okto Silitonga membeberkan pekerjaan Jalan dan Jembatan di Kabupaten Talaud.
Menurut penjelasan orang teknokrat Okto Silitonga jalan Esang-Rainis saat ini sementara on going sedangkan untuk jembatan sendiri ada beberapa yang di ganti.
” Jalan Esang-Rainis sementara on going sedangkan jembatan ada beberapa di ganti yang tadinya jembatan kayu kini di ganti dengan jembatan permanen, ” jelas Okto.
Menyebutkan Talaud mendapatkan perhatian khusus karena 3 T yakni Terdepan,Tertinggal dan Terluas maka anggarannya senilai 324 miliar.
” Mengacu dari 3 T Kabupaten Talaud mendapatkan anggaran senilai 324 miliar.Kata Okto nantinya Jalan Esang-Rainis akan di jadikan semacam pilot projec percontohan, ” pungkasnya.(kix)






