MINAHASA, LacakPos.co.id — Memasuki usia ke-18 tahun, Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, terus diarahkan untuk tumbuh melalui kebersamaan pemerintah dan masyarakat.
Hukum Tua Desa Tateli Satu, Toni Pusung, S.Pd., dalam momentum Ibadah Syukur HUT ke-18 Desa Tateli Satu, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan serta bergandengan tangan dalam mendukung pembangunan desa.

HUT ke-18 Tateli Satu. ( Butje/LacakPos)
Bagi Toni, perjalanan 18 tahun Desa Tateli Satu bukan sekadar pertambahan usia. Di dalamnya terdapat sejarah, perjuangan para pendahulu, dinamika masyarakat, hingga berbagai upaya pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan warga.
Karena itu, ia menilai pembangunan desa harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah desa memiliki kewajiban menjalankan program, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan dukungan, menjaga lingkungan sosial dan ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pembangunan.
“Mari torang tetap bersatu, bergandengan tangan, saling mendoakan dan saling memberikan dukungan,” pesan Toni dalam sambutannya.
Dorong Ekonomi Warga
Di bawah kepemimpinannya, Toni juga menaruh perhatian pada penguatan ekonomi masyarakat.
Ia mengajak warga untuk saling mendukung usaha yang dijalankan sesama masyarakat Tateli Satu. Menurutnya, keberadaan usaha kecil, pedagang maupun warga yang memasarkan hasil bumi dan produk lainnya merupakan bagian dari pergerakan ekonomi desa yang perlu mendapatkan dukungan bersama.
Toni mengimbau masyarakat agar tidak hanya mencari produk dari luar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada usaha milik warga sendiri untuk berkembang.
Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam membuka ruang bagi masyarakat untuk memasarkan hasil usaha dan produk mereka.
“Kalau ada usaha warga kita, mari torang dukung dan beli dari sesama warga. Dengan begitu, ekonomi masyarakat juga bisa ikut bergerak,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Toni.
Persatuan Jadi Modal Pembangunan
Toni menyadari Tateli Satu memiliki karakter masyarakat yang beragam. Perkembangan wilayah dan mobilitas masyarakat membuat desa semakin dinamis.
Kondisi tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat menjaga komunikasi dan kebersamaan.
Ia mengingatkan perangkat desa agar mampu bekerja sebagai satu tim dan tidak menjadikan perbedaan sebagai penghambat pelayanan kepada masyarakat.
Baginya, pemerintah desa bukan pemilik desa, melainkan bagian dari masyarakat yang mendapat tanggung jawab untuk menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik.
Karena itu, ia meminta perangkat desa terus membangun komunikasi, saling memahami dan bekerja secara bersama-sama.
Sukacita dan Dukacita Harus Dihadapi Bersama
Dalam sambutannya, Toni juga menyinggung pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Perayaan HUT desa berlangsung dalam suasana sukacita. Namun, pada saat yang sama terdapat warga yang sedang mengalami kedukaan.
Toni mengajak masyarakat untuk tidak melupakan keluarga yang sedang berduka dan tetap menunjukkan solidaritas sebagai sesama warga.
Menurutnya, kehidupan masyarakat tidak hanya tentang merayakan keberhasilan, tetapi juga hadir ketika ada warga yang membutuhkan dukungan.
Semangat kebersamaan tersebut, kata dia, harus terus dipelihara agar Tateli Satu tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki kehidupan sosial yang kuat.
18 Tahun, Tateli Satu Terus Bertumbuh
Sementara itu, dalam Ibadah Syukur HUT ke-18, Pdt. Nova Tumiwa-Sorongan, M.Th., mengajak masyarakat memaknai perjalanan Desa Tateli Satu sebagai bagian dari penyertaan Tuhan.
Melalui ilustrasi pertumbuhan manusia, ia menggambarkan bahwa setiap perkembangan meninggalkan tanda dan proses. Demikian pula dengan sebuah desa yang memiliki sejarah, perjuangan dan pengorbanan para pendahulunya.
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi masyarakat Tateli Satu untuk menghargai perjalanan desa sekaligus menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai.
Momentum HUT ke-18 pun diharapkan menjadi titik untuk memperkuat tekad bersama antara pemerintah desa, perangkat desa dan masyarakat.
Rangkaian acara dipandu Fandy Sondakh, S.Th., dengan ucapan selamat datang disampaikan Sekretaris Panitia HUT Desa Tateli Satu, Cristovel Aling, S.H. Sejarah Desa Tateli Satu dibacakan Sekretaris Desa Tateli Satu, Nafiri Patuwo, S.Kel.
Ketua Panitia HUT, Albert Tenda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Gracia Yubelinda Oroh, S.E., Hukum Tua Desa Kalasey Satu Lelly Tonggari, Hukum Tua Desa Tateli Dua Pertiwi Gonibala, Hukum Tua Desa Tateli Weru Ferdiyanto Takser, S.E., tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, Bumdes, perangkat desa serta masyarakat Desa Tateli Satu.
Bagi Toni Pusung, usia 18 tahun menjadi pengingat bahwa perjalanan Desa Tateli Satu masih panjang. Tantangan pembangunan akan terus berubah, namun dengan persatuan, komunikasi dan dukungan masyarakat, desa diharapkan mampu terus bergerak maju.
“Mari torang jaga kebersamaan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan bergandengan tangan, kita membangun Tateli Satu untuk masyarakat,” pesan Toni.
( Butje)








