BUKITTINGGI, LacakPos.co.id — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota (IFK) berhasil meraih penghargaan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) Tahun 2026 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan IFK Bukittinggi dalam menerapkan standar distribusi obat yang aman, bermutu, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Capaian tingkat nasional ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh jajaran dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.
Menurut Ramli, penghargaan CDOB menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam menjaga kualitas pengelolaan sekaligus distribusi obat di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
“Penerapan standar CDOB bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian penting dalam memastikan obat yang diterima masyarakat tetap terjamin mutu, keamanan, dan khasiatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh jajaran Dinas Kesehatan, khususnya tim Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang secara konsisten menjalankan prosedur distribusi sesuai standar BPOM.
Berbagai tahapan pengelolaan obat, mulai dari penyimpanan, pengendalian suhu, pencatatan, hingga proses penyaluran, dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip mutu yang telah ditetapkan.
Ramli berharap penghargaan nasional tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan di Kota Bukittinggi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan standar distribusi obat yang baik.
Selain itu, capaian tersebut diharapkan mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan logistik farmasi sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat semakin efektif dan optimal.
Dengan diraihnya penghargaan CDOB Tahun 2026, Pemerintah Kota Bukittinggi kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, serta berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi capaian positif bagi Kota Bukittinggi dalam penerapan tata kelola distribusi obat yang memenuhi standar nasional. ( Zakarman)






