TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mendorong investasi berbasis potensi lokal untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dalam Rapat Koordinasi Program Pembangunan Daerah di Aula Eksekutif Kantor Bupati, Senin (24/8/2026).
Ahmad Fadly mengatakan, pengentasan kemiskinan perlu dilakukan melalui peningkatan pendapatan sekaligus menekan pengeluaran masyarakat.
“Kita harus mengangkat derajat ekonomi masyarakat dengan dua langkah, yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat dan menekan pengeluaran,” ujar Ahmad Fadly.
Dalam menarik investor, pemerintah daerah akan aktif menjemput peluang dengan menawarkan potensi daerah, menyiapkan sumber daya manusia, bahan baku, akses transportasi, lahan serta kemudahan dan kepastian berusaha.
“Pemerintah daerah harus menjemput dan menawarkan peluang yang kita miliki kepada investor, dengan tetap memastikan keamanan investasinya,” ujarnya.
Kawasan Batipuh menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan untuk dikaji karena memiliki potensi dan akses strategis. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan.
Ahmad Fadly menegaskan, investasi yang diharapkan bukan sekadar masuknya modal, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk dan menggerakkan ekonomi daerah.
“Kita tidak ingin sekadar menghadirkan investasi, tetapi investasi yang membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk masyarakat dan menggerakkan ekonomi Tanah Datar,” pungkasnya.
Menurutnya, Tanah Datar memiliki potensi besar di sektor pertanian dan hortikultura yang dapat dikembangkan menjadi industri bernilai tambah.
“Kalau bahan baku yang selama ini dijual mentah bisa diolah melalui industri, nilainya akan meningkat dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, investasi yang masuk harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, kemitraan dengan petani, serta kepastian pasar bagi produk lokal.
“Jangan sampai industri berdiri di sini, tetapi pekerjanya orang luar semua. Kita ingin masyarakat Tanah Datar menjadi bagian utama dan merasakan langsung manfaat investasi tersebut,” tegasnya.
Pemkab juga mendorong perusahaan mengoptimalkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pendidikan, beasiswa, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.(**)






