Mickeyla Rumpesak Wakili Sulut di Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026

Caption: Mickeyla Rumpesak, siswa SD GMIM Malola, terpilih menjadi salah satu wakil Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional. (Ist)

MINSEL, LacakPos.co.id Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Minahasa Selatan. Mickeyla Rumpesak, siswa SD GMIM Malola, terpilih menjadi salah satu wakil Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) Tahun 2026.

Mickeyla akan tampil pada kategori Mendongeng Bahasa Daerah Minahasa Dialek Tontemboan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan, festival tersebut akan berlangsung mulai 22 hingga 26 Mei 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Jalan Raya Parung–Ciputat Km 19, Serua, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Keikutsertaan Mickeyla dalam ajang nasional ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak di Minahasa Selatan. Penampilannya dinilai bukan hanya sebagai upaya meraih prestasi, tetapi juga bentuk nyata pelestarian bahasa daerah di tengah perkembangan teknologi dan budaya modern.

“Kehadiran Mickeyla di tingkat nasional menjadi bukti bahwa generasi muda Minahasa Selatan tetap memiliki kecintaan terhadap budaya dan bahasa daerahnya. Membawakan dongeng menggunakan dialek Tontemboan di panggung nasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Minahasa Selatan,” demikian apresiasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dukungan dan doa dari masyarakat Minahasa Selatan diharapkan dapat mengiringi langkah Mickeyla selama mengikuti perlombaan di Depok, agar mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi Sulawesi Utara.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional sendiri merupakan program nasional yang bertujuan merevitalisasi bahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap bahasa ibu sebagai identitas budaya bangsa Indonesia.

(Eka Putra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *