Pemkab Minsel Perkuat Moderasi Beragama sebagai Fondasi Harmoni dan Pembangunan Berkelanjutan

Caption: Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2025. ( ist)

Pemkab Minsel Perkuat Moderasi Beragama sebagai Fondasi Harmoni dan Pembangunan Berkelanjutan

Sosialisasi Moderasi Beragama Tahun 2025 Resmi Dibuka Bupati FDW di Aula Waleta

Bacaan Lainnya

MINSEL, LacakPos.co.id — Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2025 yang digelar di Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan, pada Kamis, 11 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Bupati FDW menegaskan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk merawat kualitas kehidupan sosial, menjaga stabilitas daerah, serta mendorong pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berharap agar hasil sosialisasi ini benar-benar diterapkan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan, sehingga nilai toleransi, kehidupan berbangsa, dan harmoni sosial semakin mengakar kuat di tengah masyarakat.

Menurut Bupati FDW, moderasi beragama bukan hanya konsep teoritis, melainkan pedoman praktis dalam menjalani kehidupan bersama. Berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023, moderasi beragama dimaknai sebagai cara pandang dan praktik beragama yang menjunjung martabat kemanusiaan, memajukan kemaslahatan umum, serta berpijak pada prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesetiaan terhadap Pancasila serta UUD 1945.

Tantangan Era Digital dan Peran Strategis Pemerintah Daerah

Kegiatan ini turut menyoroti tantangan kontemporer yang muncul akibat pesatnya arus informasi digital, khususnya penyebaran konten negatif, intoleransi, dan ekstremisme secara daring. Pemerintah menilai bahwa kondisi ini perlu direspons secara terintegrasi agar kerukunan, ketertiban umum, serta nilai-nilai kebangsaan tetap terjaga.

Pemerintah daerah memiliki peran strategis sebagai fasilitator dan pembina kerukunan, termasuk menjalin kolaborasi dengan tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga perangkat desa dan kelurahan. Upaya tersebut meliputi pembinaan lintas agama, penguatan layanan keagamaan, penegakan aturan, serta pendidikan publik untuk menanamkan nilai moderasi beragama secara berkelanjutan.

Keselarasan lintas sektor—antara pemerintah, lembaga keagamaan, Forkopimda, hingga komponen masyarakat—menjadi faktor penting dalam memastikan efektifnya pemahaman dan implementasi moderasi beragama. Pemerintah juga mendorong para tokoh agama menjadi penuntun nilai kebajikan, serta generasi muda sebagai agen perubahan digital untuk menyebarkan narasi toleransi dan persatuan.

Moderasi Beragama sebagai Penopang Stabilitas dan Pembangunan

Dalam perspektif pembangunan daerah, Bupati FDW menegaskan bahwa moderasi beragama memiliki kontribusi langsung terhadap stabilitas wilayah. Daerah yang rukun akan lebih stabil, dan stabilitas tersebut menjadi prasyarat bagi tumbuhnya ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, kegiatan sosialisasi ini dipandang bukan hanya agenda rutin, tetapi langkah strategis untuk membangun tatanan masyarakat Minahasa Selatan yang inklusif, toleran, serta tangguh terhadap tantangan ekstremisme.

Hadir dan Turut Mendukung

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Minahasa Selatan, yang juga menjadi narasumber, antara lain:

Christyane Paula Kaurong, S.H., M.H., Wakil Ketua PN Amurang, mewakili Ketua Pengadilan Negeri

Ferdi Ferdian Dwirantama, S.H., M.H., Kasi Datun, mewakili Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan

Pendeta Archilaus Egeten, S.PAK., M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Minsel

Pendeta Stien Rondonuwu, M.Th., Ketua FKUB Minsel

Pendeta Esther Assa, M.Th., Ketua BKSAUA Minsel

Haji Ismail Muddin, Ketua Nahdlatul Ulama sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Minsel

Para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh peserta sosialisasi.

Bupati FDW turut didampingi Kepala Badan Kesbangpol, Ifke Pondaag, S.E., M.M., bersama jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan.

Penutupan oleh Wakil Bupati

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.I.P., menyampaikan pesan agar seluruh peserta semakin memperkuat hubungan silaturahmi antarumat beragama di Minahasa Selatan. Wakil Bupati kemudian secara resmi menutup kegiatan, didampingi Sekda Minsel, Glady Kawatu, S.H., M.Si.

(Eka Putra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *