TANAH DATAR — LACAKPOS.CO.ID – Akses pemukiman di Nagari Sumpur mengalami kerusakan parah setelah hantaman banjir bandang dari aliran Batang Sumpur. Tim Satgas mencatat sedikitnya 15 unit rumah warga terseret arus, sementara 23 rumah lainnya berada pada status rawan amblas dan sudah tidak layak dihuni.
Wali Nagari Sumpur menyampaikan bahwa warga terdampak saat ini tersebar di tiga titik lokasi pengungsian. Kebutuhan mendesak yang diminta pengungsi antara lain genset, bahan pangan pokok, serta selimut untuk menjaga kondisi warga selama bertahan di tenda.
Merespons situasi tersebut, Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, meninjau langsung area terdampak. Dari hasil pengecekan di lapangan, kemampuan alat berat menjadi prioritas karena beberapa ruas jalan dan permukiman telah terputus dan membutuhkan penanganan segera menggunakan excavator maupun bulldozer.
Saat berada di lokasi, Bupati Eka Putra menghubungi Kepala BWSS V, Naryo Widodo, melalui sambungan video WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, ia memperlihatkan kondisi terkini badan sungai Batang Sumpur yang mengalami perubahan drastis—dari lebar sekitar 25 meter sebelum bencana menjadi hampir 60 meter setelah banjir bandang.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik kepada para pengungsi, berupa beras, mie instan, satu unit genset, selimut, serta susu untuk anak-anak.
Bupati Eka Putra menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Tanah Datar melalui Dinas Kominfo juga telah menyebarkan flyer resmi terkait penerimaan bantuan bencana.
“Kami terus berupaya sekuat tenaga. Semoga langkah-langkah yang diambil ini mampu mempercepat pemulihan dan mengembalikan kondisi masyarakat seperti sediakala,” ujarnya.(**)






