BPBD Tanah Datar Peringatkan Warga Soal Ancaman Cuaca Ekstrem: Waspadai Banjir Bandang dan Longsor

Foto : Pohon tumbang menutupi akses jalan/Dok. BPBD Tanah Datar

TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Cuaca ekstrem masih membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dalam beberapa bulan terakhir, hujan deras yang disertai angin kencang terus terjadi dan diperkirakan masih akan berlanjut.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Ermon Revlin, menyampaikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di sekitar pohon besar, sepanjang aliran sungai, serta kawasan perbukitan yang rawan longsor.

“Wilayah Tanah Datar memiliki topografi berbukit dan banyak daerah hulu sungai, sehingga potensi kenaikan debit air secara tiba-tiba cukup tinggi. Karena itu kami meminta warga lebih waspada terhadap ancaman banjir bandang dan longsor,” ujarnya di Batusangkar, Jumat (21/11).

Ermon mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati pada malam hari, ketika kondisi hujan sulit dipantau. Warga diminta segera mengungsi secara mandiri apabila melihat tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah atau meningkatnya aliran sungai, serta melaporkan situasi tersebut kepada pihak nagari atau BPBD.

Pemantauan Sungai Berbasis Teknologi

Untuk mengantisipasi bencana terutama di daerah yang dialiri sungai berhulu dari Gunung Marapi, BPBD Tanah Datar terus melakukan pemantauan intensif melalui kamera Early Warning System (EWS) yang terhubung langsung ke posko induk kebencanaan.

Selain pemantauan, BPBD juga melakukan langkah mitigasi lapangan. Salah satunya adalah pembersihan aliran sungai dan pengecekan potensi banjir bandang bersama Satgas PB Nagari Andaleh Baruh Bukik, Kecamatan Sungayang, di jalur aliran Batang Sago.

Batang Sago merupakan aliran sungai yang berhulu dari Gunung Sago, melewati wilayah Andaleh dan Tanjung Sungayang, dan kemudian bergabung dengan Batang Bangkahan—aliran sungai dari Gunung Marapi di kawasan Tanjung, Sungayang.

Imbauan untuk Ikuti Informasi Resmi

BPBD juga meminta masyarakat mengikuti informasi dan peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG serta pemerintah daerah guna mendapatkan pembaruan yang akurat.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang namun tidak abai terhadap tanda-tanda awal bencana. Kewaspadaan bersama dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi,” tutup Ermon.

Dengan potensi cuaca ekstrem masih tinggi, peran aktif masyarakat dalam memantau kondisi lingkungan dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana di Tanah Datar.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *