MINAHASA – LACAKPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali mencatatkan langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan tata kelola birokrasi. Pada Kamis (17/7/2025), sebanyak 204 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) resmi dilantik oleh Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si, MAP, dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati.
Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam Apel KORPRI bulan Juli, yang juga dirangkaikan dengan penyerahan sejumlah penghargaan prestisius, termasuk capaian di bidang perpajakan, ketenagakerjaan, dan penanganan stunting.

Dalam amanatnya, Bupati Dondokambey menggarisbawahi bahwa pengangkatan P3K bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum penguatan kapasitas birokrasi daerah.
“Pengangkatan ini adalah hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan. Kini saatnya membuktikan diri sebagai abdi negara yang profesional, loyal, dan berintegritas,” ujarnya.
Seluruh P3K yang dilantik mengikuti prosesi pengambilan sumpah/janji, penandatanganan berita acara, hingga perjanjian kerja sebagai bentuk resmi pengikatan terhadap tugas dan tanggung jawab ke depan.
Dorongan untuk Tata Kelola Pajak yang Lebih Baik
Masih dalam rangkaian kegiatan, Bupati menyerahkan secara simbolis SPPT dan DHKP PBB-P2 kepada 227 desa se-Kabupaten Minahasa melalui para camat. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam kewajiban perpajakan daerah sebagai salah satu pilar pembiayaan pembangunan.
“Pajak adalah tulang punggung pembangunan daerah. Kami harap desa dan masyarakat semakin sadar dan aktif dalam memenuhi kewajiban ini,” tegas Dondokambey.
Penghargaan Beruntun, Cermin Kinerja Kolektif
Momentum Apel KORPRI kali ini juga menjadi ajang selebrasi atas sederet penghargaan yang berhasil diraih Pemkab Minahasa. Di antaranya, penghargaan Juara Harapan II Paritrana Award 2024 dari BPJS Ketenagakerjaan atas komitmen melindungi hak-hak tenaga kerja.
Selain itu, Minahasa juga menerima penghargaan dari BKKBN Sulut sebagai Daerah Terbaik Harapan III (peringkat 6 se-Sulut) dalam program percepatan penurunan stunting, dengan capaian prevalensi 19,4%.
Tak ketinggalan, Pemkab Minahasa juga kembali mencetak sejarah dengan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) ke-11 kali secara berturut-turut, menegaskan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
“Ini bukti bahwa kolaborasi dan integritas membawa hasil. Tapi jangan lengah, tantangan kita masih panjang dan dinamis,” kata Bupati mengingatkan.
Ajakan untuk Terus Melayani dan Berinovasi
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran KORPRI dan P3K yang baru dilantik untuk terus memperkuat semangat pelayanan publik yang inovatif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Minahasa harus menjadi contoh birokrasi yang sehat dan melayani dengan hati,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekda Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, yang juga menerima ucapan selamat ulang tahun ke-57 dari Bupati dan seluruh peserta apel—menambah nuansa hangat dalam suasana penuh kebanggaan.(*/Steven)






