SITARO – LACAKPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bersama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna sepakat memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan, khususnya perairan Sitaro. Kesepakatan ini mengemuka dalam audiensi kunjungan perdana Danlanal Tahuna, Letkol Laut (P) Hadi Subandi, M.Tr.Hanla., CRMP ke Kantor Bupati Sitaro, Selasa (17/6/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Sekda Sitaro, Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM, Wakil Bupati Heronimus Makainas, S.E., dan Sekretaris Daerah menyambut kedatangan Danlanal beserta Ketua Cabang 5 Korcab VIII DJA II, Ny. Loelik Hadi Subandi. Pada kesempatan itu, Danlanal Tahuna menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Pemkab Sitaro sebagai bagian dari wilayah kerja Lanal Tahuna. “Kami bergabung di sini untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan perbatasan,” ujar Hadi Subandi.
Diskusi menyoroti sejumlah tantangan, terutama keterbatasan personel dan alutsista dalam pengamanan laut. “Beberapa alutsista kami ada yang mengalami kerusakan, sehingga kami berupaya menggandeng warga bahari untuk mendukung operasi dengan memberikan informasi kegiatan ilegal. Setelah dipastikan, kami lakukan pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan,” ungkap Danlanal Tahuna kepada wartawan usai pertemuan.
Bupati Chyntia Kalangit menegaskan kerja sama dengan TNI AL menjadi kebutuhan mendesak mengingat 91 persen wilayah Sitaro adalah lautan. “Kami perlu dukungan Lanal Tahuna agar laut Sitaro aman, terutama bagi para nelayan. Kasus seperti nelayan hanyut atau masuknya warga asing tidak bisa kami tangani sendiri tanpa dukungan TNI AL,” katanya.
Pemerintah daerah, tambahnya, siap mendukung pengadaan sarana untuk memperkuat alutsista Lanal Tahuna, termasuk lewat mekanisme pinjam pakai. “Kami bisa membantu pengadaan dan mendukung operasi Lanal Tahuna,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga membuka peluang kolaborasi dengan Jalasenastri, khususnya dalam mengembangkan produk lokal. “Kita bisa bekerja sama memajukan daerah melalui produk makanan atau kerajinan tangan yang bernilai jual,” pungkasnya.
(**Rinny)







