Terminal Liwas Butuh Perhatian Serius, BPTD Kelas II Sulut Beri Penjelasan Resmi

Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan SDP BPTD Kelas II Sulut Fadjar Rijadi, ST., MT. (Foto : Ivan/lacakpos.co.id

MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Terminal Liwas di Kota Manado yang dibangun dengan anggaran fantastis sebesar Rp 12,9 miliar sejak 2019, hingga kini belum juga difungsikan. Padahal, proyek ini digadang-gadang sebagai pusat transportasi modern dan simpul ekonomi baru di Sulawesi Utara. Sayangnya, hingga saat ini terminal tersebut justru tampak terbengkalai dan tidak terawat.

Warga sekitar mengungkapkan bahwa awalnya akses jalan yang rusak dan sempit menjadi kendala utama sehingga terminal tidak dapat dioperasikan. Namun, setelah perbaikan jalan dilakukan, operasional terminal tetap belum dimulai, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Pantauan lapangan menunjukkan kondisi fisik bangunan mulai mengalami kerusakan akibat tidak adanya pemeliharaan. Hal ini memunculkan dugaan bahwa proyek Terminal Liwas berpotensi menjadi salah satu contoh kegagalan perencanaan infrastruktur di Sulawesi Utara. Apalagi, Terminal Paal Dua yang saat ini masih digunakan dinilai sudah tidak layak, dengan area yang sempit, banyak ruko terbengkalai, dan kondisi lingkungan yang kumuh.

Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti proyek ini. Kekhawatiran semakin meningkat karena beberapa proyek infrastruktur di provinsi ini sebelumnya juga menuai sorotan tajam.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan SDP Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulut, Fadjar Rijadi, ST., MT, memberikan penjelasan kepada awak media.

“Terminal Liwas semoga sebentar lagi akan berfungsi. Saat ini kami masih menunggu arahan lebih lanjut terkait pembangunan jalan baru menuju Ring Road, yang sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi terminal ini. Mudah-mudahan bisa mulai dikerjakan tahun ini,” ujar Fadjar. Senin (5/5/2025)

Fadjar menjelaskan, sebagai terminal penumpang tipe A yang akan melayani angkutan dalam dan antar kota, Terminal Liwas telah dilengkapi struktur bangunan utama dan sejumlah fasilitas dasar. Namun, akses jalan yang ada saat ini belum memadai untuk dilalui bus-bus besar.

“Karena ukuran jalan saat ini masih terlalu sempit, bus tidak bisa masuk dengan aman. Kami sudah membahas pembangunan jalan baru ke arah Ring Road bersama dinas terkait, dan tahun ini akan kami usulkan dalam proses penganggaran,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengadaan fasilitas penunjang terminal juga penting agar operasional ke depannya berjalan lancar. Sementara menunggu penyelesaian akses jalan, sebagian area terminal saat ini telah dimanfaatkan oleh BPTD sebagai kantor operasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa meski belum dioperasikan secara penuh, fungsi Terminal Liwas perlahan mulai diaktifkan.

Masyarakat Kota Manado menyambut baik rencana lanjutan ini. Keberadaan Terminal Liwas dinilai sangat penting, mengingat keterbatasan fasilitas yang ada di Terminal Paal Dua. Harapannya, terminal baru ini akan menghadirkan wajah baru transportasi publik yang lebih modern, nyaman, dan representatif.

Dengan komitmen dari pemerintah pusat dan daerah, Terminal Liwas diyakini dapat segera difungsikan secara maksimal, membuka akses mobilitas yang lebih luas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas regional secara keseluruhan.

(Ivan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *