MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Suasana penuh sukacita dan haru menyelimuti Gedung Serbaguna GMIM Yerusalem Paal Dua, Wilayah Manado Timur Enam, Selasa (29/4/2025) saat keluarga Gerungan-Muntu menggelar ibadah syukur yang istimewa. Momen ini menandai dua tonggak penting dalam hidup dan pelayanan Pdt. Merrytrully Gerungan Muntu, M.Th — 30 tahun pernikahan bersama sang suami Rommy Gerungan, serta 25 tahun pengabdian sebagai pendeta di lingkungan GMIM.
Ibadah syukur dipimpin Pdt. Relsie Sinaulan, S.Th. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat untuk merenungkan arti kesetiaan dalam panggilan hidup dan pelayanan, serta kasih yang terus tumbuh dalam kehidupan keluarga.

“Kita tidak hanya merayakan panjangnya waktu, tetapi juga kesetiaan Tuhan yang nyata menyertai keluarga ini dalam setiap langkah,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ), para pelayan khusus, serta tamu undangan. Turut hadir pula jemaat dan pelayan dari gereja-gereja di mana Pdt. Merry pernah melayani sebelumnya, sebagai bentuk penghargaan dan kasih atas pelayanannya selama ini.
Menambah kesan mendalam, seluruh staf dan karyawan Bank SulutGo Cabang Kawangkoan juga turut hadir. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh bagi Rommy Gerungan, suami Pdt. Merry, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Cabang. Keharmonisan antara kehidupan pelayanan dan profesionalisme keluarga ini terlihat begitu kuat dan menjadi teladan bagi banyak orang.
Dalam kesaksiannya, Pdt. Merry Trully menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam setiap musim kehidupan yang telah ia dan keluarganya lalui.
“Sungguh luar biasa ketika saya boleh melayani di Jemaat Yerusalem Paal Dua. Saya sangat bersyukur karena Tuhan telah mempercayakan saya tanggung jawab yang besar, dan memberi kekuatan untuk menjalaninya,” ucapnya penuh haru.
Sebagai Ketua BPMJ GMIM Yerusalem Paal Dua, Pdt. Merry dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, disiplin, namun penuh kasih. Ia memiliki dedikasi tinggi dalam menggembalakan jemaat dan membina para pelayan Tuhan. Konsistensi dan keteladanannya telah menjadi inspirasi bagi banyak orang — tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam membangun keluarga yang takut akan Tuhan.
Perayaan ini menjadi pengingat bahwa kesetiaan dalam pernikahan dan pelayanan, jika dijalani bersama Tuhan, akan melahirkan buah yang indah dan berkat yang luas. Jejak perjalanan Pdt. Merrytrully bukan sekadar angka tahun, tetapi menjadi warisan spiritual yang memberi teladan bagi generasi berikutnya.(Ivan)






