MANADO – LACAKPOS.CO.ID – “Saya belum menikah, tapi saya tetap bersyukur dan memuji Tuhan.” Kalimat sederhana namun penuh makna itu disampaikan dengan tulus oleh Pdt. Relsie H. Simaulan, S.Th., dalam kesaksiannya saat merayakan ulang tahun ke-42 di Gedung Serbaguna GMIM Yerusalem Paal Dua, Rabu (14/5/2025). Perayaan ini berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh sukacita.
Ibadah syukur dipimpin oleh Ketua BPMJ GMIM Yerusalem Paal Dua, Pdt. Merrytrully Gerungan Muntu, M.Th., serta dihadiri oleh pelayan khusus Kolom 1 hingga 5, jemaat setempat, keluarga besar, kedua orangtua Pdt. Relsie, serta kerabat dan sahabat terdekat.

Mengangkat pembacaan dari Roma 11:33–36 dan Yesaya 55:8, Pdt. Merry dalam khotbahnya menekankan pentingnya kerendahan hati sebagai pondasi kehidupan rohani. “Biar kepala sudah penuh, tapi tetap harus rendah hati dan setia melayani. Tantangan pasti ada, tapi kita hanya mengandalkan Yesus,” ujarnya menguatkan seluruh jemaat.
Momen penuh makna ini turut dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun keponakan Pdt. Relsie, Sefanya, yang menambah nuansa kekeluargaan dalam ibadah syukur tersebut.
Dalam kesaksiannya, Pdt. Relsie menceritakan perjalanannya dalam menjawab panggilan Tuhan, termasuk berbagai proses dan pergumulan dalam pelayanan. “Meski belum menikah sampai saat ini, saya bersyukur atas kesehatan, kekuatan, dan penyertaan-Nya dalam hidup dan pelayanan saya,” tuturnya.
Diketahui, Pdt. Relsie baru enam bulan menjalani masa pelayanan di Jemaat GMIM Yerusalem Paal Dua Wilayah Manado Timur enam. Namun, ia merasa sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari komunitas yang hangat dan mendukung. “Saya merasa sangat diterima dan dikuatkan oleh jemaat ini. Terima kasih atas kasih dan dukungan yang luar biasa,” ucapnya penuh syukur.
Suasana haru menyelimuti ruangan saat ia menutup kesaksiannya dengan lagu rohani “Ku Mau Cinta Yesus Selamanya” yang dinyanyikan bersama anak-anak asuhnya, menciptakan momen emosional yang menyentuh banyak hati.
Turut hadir Ketua Wilayah Manado Timur 6, Pdt. Ernie Jurike Untu, M.Th., yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan ketulusan Pdt. Relsie. Ia bahkan sempat melontarkan candaan yang disambut tawa hangat jemaat. “Kalau ada yang berniat baik, Pendeta Relsie ini orangnya senang tertawa. Tapi lebih dari itu, beliau semakin bijaksana dan penuh kasih dalam membangun jemaat,” katanya berseloroh.
Perayaan ulang tahun ini menjadi lebih dari sekadar peringatan usia. Ia menjelma sebagai selebrasi iman, kesetiaan, dan pengabdian seorang hamba Tuhan yang terus berjalan dalam terang panggilan-Nya, meski melewati jalan yang tak selalu mudah.
(Ivan)






