Ratusan Warga IKTR Bukittinggi Hadiri Tausyiah Ustadz Ibnu Asis

Caption : Foto bersama Bunda IKTR Bukittinggi dan Ustadz Ibnu Asis. (ist)

BUKITTINGGI – LACAKPOS.CO.ID Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, ratusan warga Ikatan Keluarga Tanjung Raya (IKTR) Bukittinggi mengikuti tausyiah yang disampaikan Ustadz Ibnu Asis, Minggu (22/09/24) di Gedung Triarga.

Tausyiah ini diadakan Bunda IKTR Bukittinggi dengan mengusung tema “Menanamkan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Demi Mencapai Tujuan Dunia Akhirat.”

Pada kesempatan Ustadz Ibnu Asis menyampaikan, dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dapat kita ambil hikmahnya, pertama, bahwa Allah SWT telah menjelaskan dalam firman surah ke 33 Al Ahzaab ayat 21 tertulis ; laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ.

Artinya Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah. Berarti kita hamba Allah SWT pengikut Nabi Muhammad SAW wajib menjadikan baginda Muhammad SAW sebagai suri teladan panutan dalam kehidupan sehari-hari.

Hikmah kedua, dalam surah ke 2 Ali Imran ayat 31 tertulis qul ing kuntum tuḫibbûnallâha fattabi‘ûnî yuḫbibkumullâhu wa yaghfir lakum dzunûbakum, wallâhu ghafûrur raḫîm. Artinya Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Maknanya, barang siapa dekat kepada Allah SWT, maka ikutilah Aku. Artinya kalau kita dekat kepada Allah SWT caranya dengan mengikuti petunjuk ajaran dari baginda Nabi Muhammad SAW, niscaya kita akan dicintai Allah SWT dan juga dicintai Rasulullah.

Dan hikmah ketiga, sebagai aplikasi amalan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita bersama-sama seluruh anak bangsa, stakeholder, warga kota dan siapapun mengajak pribadi dan kita semua, mudah-mudahan kita bisa untuk meniru akhlak baginda Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, bagi rumah tangga, Pemerintahan, masyarakat bernegara. Kita kedepankan akhlak Rasulullah ini sebagai panduan kita dalam mengelola berbagai persoalan yang ada di negeri ini.

Karena kata Saudah binti Zama’ah istri Nabi Muhammad SAW, bahwa akhlak Rasulullah itu adalah Alquran berjalan, maka ketika kita mencontoh meniru akhlak Rasulullah, itu sama dengan kita mengaplikasi isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran dan bermanfaat bagi kita semua, ucap Ustad Ibnu Asis.

Sementara itu, Zakirman salah seorang warga IKTR, mengatakan tausyiah yang disampaikan Ustadz Ibnu Asis ini sangat bermanfaat untuk kehidupan. Karena sewaktu penyampaiannya dihadapan jamaah IKTR Bukittinggi, Ia mengajak untuk kita meniru akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kita membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).

Dan juga kita tanamkan keteladanan Rasul ini dalam keseharian kita, mulai hal terkecil, hingga paling besar, mulai kehidupan duniawi, hingga urusan akhirat. Tanamkan pula keteladanan terhadap Rasul ini pada putra-putri kita, melalui kisah-kisah sebelum tidur misalnya.

Selain itu melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Nabi. Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini. Beliau bersabda : “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam,” pungkasnya
(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *