Lolos Program Magang Ke MA RI, Mahasiswi Asal Sampang Ini Rampungkan Studi Dalam 3,5 Tahun

Farah Fajri Laili Rimadhani, Mahasiswi Fakultas Hukum Semester 7 Universitas Widyagama Malang Asal Sampang- Jawa Timur, Saat menerima Sertifikat Magang dengan Predikat "Sangat Baik" dari Panitera Muda Pidana Khusus MA RI, Dr. Sudharmawatiningsih, S.H., M.Hum. Kamis (29/02/2024) (foto:abd/lacakpos)

SAMPANG – LACAKPOS-CO.ID – Setelah melewati seleksi yang cukup ketat sebanyak 5 (lima) mahasiswa/mahasiswi terbaik se Malang Raya dari Universitas Widyagama (UWG) Malang dikirim ke Mahkamah Agung (MA) RI untuk menempuh Program Magang Kerja selama 1 (satu) semester pada tahun akademik 2023/2024.

Ketua Program Studi Ilmu Hukum UWG Malang, Dr. Cand. Zulkarnain, SH, MH dalam keterangan tertulisnya yang diterima Lacakpos. co.id menyampaikan bahwa sesuai dengan Lampiran Surat Nomor : 158/PTS.030.H8.FH/VII/2023 terdapat 5 (Lima) orang mahasiswa/mahasiswi yang lolos.

Bacaan Lainnya
Kelima Mahasiswi/a terbaik Universitas Widyagama Malang bersama Panitera Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung RI, Dr. Sudharmawatiningsih, S.H., M.Hum. Kamis (29/02/2024) Saat Pelepasan berakhirnya masa Program Magang Selama Satu Semester.(abd/lacakpos)

Berikut daftar mahasiswa/mahasiswi yang lolos pada Program Magang ke MA RI :
1. Kim Su-jin, (semester 5)
NIM : 211741018153540;
2. Lousiana Dau Domaking, (semester 5)
NIM : 211741018153653;
3. Edna Novian Rama Prankdana, (semester 7)
NIM : 201741018153197;
4. Mas Bagus Kuswanto Yudho kusumo, (semester 7)
NIM : 201741018152763 dan
5. Farah Fajri Laili Rimadhani, (semester 7)
NIM : 201741018153025.

Dan kelimanya kini merampungkan Batch I Program Magang Kerja di MA RI terhitung sejak 19 Oktober 2023 s/d 29 Pebruari 2024 sebagai implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang merupakan terobosan dan inovasi dari Kemendikbudristek RI dengan tujuan mentransformasi Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang lebih relevan.

Pihaknya berharap dengan Program/Kegiatan Magang tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami Hukum di lapangan serta seluk beluk, proses mekanisme administrasi peradilan yang dibagi pada beberapa kamar di MA RI.

Selain itu kata Pak Zul, panggilannya, para mahasiswa/mahasiswi ini dapat berinteraksi secara keilmuan dengan mahasiswa dari berbagai kampus yang juga Magang Kerja di MA, serta belajar berinteraksi sosial dengan masyarakat di Ibu Kota Jakarta dengan segala kompleksitas problema yang dihadapinya.

Lanjut Pak Zul, Program Magang Kerja di MA RI ini rekognisi MBKM, maka mereka diakui capaian pembelajarannya setara 20 sks, seperti memprogram kuliah di kampus, dan untuk peserta Magang Semester 7 di rekognisi bebas ujian Skripsi dengan syarat tetap menyelesaikan karya tugas akhir selama kegiatan Magang.

Dan bagi yang tidak lolos pada Program Magang di MA RI ini akan magang pada Institusi hukum di daerah, baik pada Kejaksaan Negeri maupun Pengadilan Negeri setempat dengan capaian setara 3 SKS.

Selanjutnya, Alhamdulillah ketiga Mahasiswa/Mahasiswi semester 7 tersebut, sudah mengikuti Yudisium kelulusan pada, Rabu, (21/02/2024) minggu kemarin secara zoom meeting.

Rasa sukacita tampak dialami salah satu Mahasiswi FH (semester 7) berasal dari Jl. Keramat 1 Sampang, Farah Fajri Laili Rimadhani karena sudah merampungkan Studi Sarjana (S1) FH dengan digelarnya Yudisium secara zoom meeting dan mendapatkan Sertifikat Magang dari Mahkamah Agung RI Nomor : 115/PID.SUS/II/2024 dengan Predikat ” Sangat Baik” yang diberikan langsung oleh Panitera Muda Pidana Khusus, Dr. Sudharmawatiningsih, S.H., M.Hum. Kamis (29/02/2024).

Mbak Farah menuturkan beberapa kisi penilaian dari Dosen Pembimbing diantaranya : Pemahaman mahasiswi/a atas masalah hukum yang ditangani, Kedisiplinan, Kerjasama, Ketaatan, Tanggap terhadap masalah dan tingkat kehadiran selama magang.

Dirinya, amat bersyukur diberikan kesempatan pertama oleh Civitas Akademika UWG Malang untuk mengikuti program Magang Kerja di MA RI ini, karena banyak hal yang sudah diperoleh sebagai bekal nanti dimanapun saya akan memilih wilayah pengabdian diantaranya, berbagai referensi penting dan dan dapat dikomparasikan saat belajar di kampus serta sekarang dihadapkan pada tataran implementasi persoalan hukum ke depan, seiring kemajuan peradaban manusia.

“Saya mengajak dan mendorong kepada rekan sesama Mahasiswi/a agar hendaknya yang lolos pada Batch II nanti tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk belajar pada Institusi/Lembaga Hukum Tertinggi di negara kita ini”, kata mbak Farah penuh harap.

” Kita nggak perlu berkecil hati dan dapat berkompetisi sesama Mahasiswi/a pada berbagai Perguruan Tinggi (PT) vokasi se Indonesia serta dapat mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi nantinya”, tutup Kader HMI Muda ini

(Abd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *